Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Polda Jabar Dampingi Dedi Mulyadi Jemput Korban TPPO di Sikka NTT
Polda Jabar Dampingi Dedi Mulyadi Jemput Korban TPPO di Sikka NTT. Dok Istimewa
  • Polda Jawa Barat bersama Gubernur Dedi Mulyadi mendampingi penjemputan pekerja hiburan asal Jabar di Sikka, NTT, sebagai langkah perlindungan terhadap dugaan korban tindak pidana perdagangan orang.
  • Terdapat 13 perempuan asal Bandung, Indramayu, dan Cianjur yang diduga menjadi korban TPPO; mereka dipastikan dalam kondisi aman dan mendapat pendampingan selama proses pemulangan.
  • Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmen memulangkan para korban serta mendorong penegakan hukum tegas terhadap pelaku yang terlibat dalam praktik perdagangan orang tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Tindak Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA dan TPPO) Polda Jawa Barat melaksanakan pendampingan dalam kegiatan penjemputan pekerja hiburan di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (22/2/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebagai bentuk kepedulian dan perlindungan terhadap warga Jawa Barat yang berada di luar daerah. Dalam kegiatan tersebut, hadir langsung Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Jabar Rumi Untari.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan mengatakan bahwa pendampingan tersebut bertujuan memastikan proses penjemputan berjalan sesuai prosedur hukum serta menjamin perlindungan terhadap para pekerja, khususnya apabila terdapat dugaan unsur tindak pidana perdagangan orang (TPPO) maupun bentuk eksploitasi lainnya.

"Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara humanis dan berkoordinasi dengan aparat setempat guna menjamin keamanan serta keselamatan para pekerja." ujar Hendra melalui keterangan resmi (23/2/2026).

1. Tingkatkan kewaspadaan perekrutan seperti ini

Ilustrasi TPPO (Foto: Istimewa)

Menurutnya, Dirres PPA dan PPO Polda Jabar menyampaikan bahwa kehadiran pihak kepolisian merupakan bagian dari komitmen institusi dalam memberikan perlindungan maksimal terhadap perempuan dan anak, serta mencegah potensi terjadinya TPPO lintas daerah. Polda Jabar akan terus hadir dalam setiap upaya perlindungan masyarakat.

“Kami memastikan bahwa setiap warga Jawa Barat mendapatkan perlindungan hukum dan pendampingan yang layak. Kehadiran jajaran Ditres PPA dan PPO Polda Jabar dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mencegah dan menangani tindak pidana perdagangan orang, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Polda Jabar akan terus meningkatkan koordinasi lintas wilayah dan lintas instansi, sekaligus melakukan edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap modus perekrutan kerja yang tidak jelas dan berpotensi merugikan.

Kegiatan penjemputan berlangsung aman dan lancar. Para pekerja selanjutnya akan mendapatkan pendampingan serta asesmen lanjutan sesuai kebutuhan, guna memastikan hak-hak mereka terpenuhi dan kondisi mereka tetap terjaga.

2. Ada 13 orang jadi korban TPPO

Ilustrasi TPPO. (Pixabay/lamuk_lamuk)

Berdasarkan hasil pemeriksaan, para korban berasal dari Bandung, Indramayu, dan Cianjur. Identitas mereka adalah IN (18), GAT (20), YAP (23), PN (20), BSN (21), SS (31), CN (25), JTP (18), DO (19), R (22), TRA (21), SK (29), dan N (20).

“Benar, Polda Jabar bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan penjemputan terhadap 13 korban dugaan tindak pidana perdagangan orang," ujar Kabid Humas Polda Jabar Hendra Rochmawan melalui keterangan resmi dikutip IDN Times.

Hendra menuturkan, Polda Jabar telah berkoordinasi dengan Polres Sikka dan Polda NTT terkait penanganan kasus ini. Fokus utama kami adalah memastikan kondisi para korban dalam keadaan aman serta memberikan pendampingan yang dibutuhkan saat proses pemulangan.

3. Pelaku TPPO harus dihukum berat

Ilustrasi penjara (IDN Times/Mia Amalia)

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memulangkan sebanyak 13 perempuan asal Jabar serta satu perempuan asal Jakarta yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Para korban dipekerjakan di sebuah pub di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan para korban dalam kondisi baik dan akan segera dikembalikan ke rumah masing-masing pekan ini. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, pemerintah provinsi sudah berkomunikasi dengan Suster Ika yang membantu proses penyelamatan para korban di Sikka.

"Ada 13 perempuan asal Jawa Barat dan satu orang asal Jakarta yang hari ini diselamatkan. Mereka dalam keadaan baik," ujar Dedi.

Para korban, kata Dedi terjebak oleh bujuk pelaku, yang sebelumnya menjanjikan pekerjaan dengan gaji yang cukup besar. Proses pemulangan seluruh korban dipastikan sedang disiapkan.

Selain pemulangan, Pemprov Jabar mendorong agar proses hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam praktik perdagangan orang tersebut diadili sesuai aturan yang berlaku.

Editorial Team