Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
PKL Monju Bandung Ditertibkan, Nasib Pasar Minggu Masih Menggantung
Petugas gabungan saat membersihkan area Monju Kota Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Pemprov Jabar menertibkan bangunan semi permanen milik PKL di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat agar area tetap bersih dan tertata sesuai arahan Gubernur Dedi Mulyadi.
  • Pasar tumpah setiap Minggu di Monju masih menunggu keputusan izin, sementara Senin hingga Sabtu area tersebut sudah bebas dari aktivitas jualan dan diawasi oleh tim Pemprov.
  • PKL yang ditertibkan mendapat bantuan transportasi tanpa ada penolakan, karena sebelumnya telah diedukasi mengenai aturan berjualan di kawasan publik yang tidak semestinya ditempati.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
beberapa hari kemarin

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menekankan pentingnya penataan kawasan Gedung Sate dan Monju agar mencerminkan tata kota yang baik dan bersih.

Jumat pekan kemarin

Penertiban bangunan semi permanen milik PKL di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat dilakukan tanpa gesekan, disertai bantuan transportasi bagi pedagang.

27 April 2026

Sekda Provinsi Jabar Herman Suryatman menjelaskan bahwa penertiban PKL Monju sudah berjalan, sementara izin pasar tumpah setiap Minggu masih dalam pembahasan bersama Pemkot Bandung.

kini

Area Monju bebas PKL dari Senin hingga Sabtu, sedangkan keputusan soal pasar Minggu masih digodok oleh Pemprov Jabar melalui koordinasi lintas pihak.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Penertiban bangunan semi permanen milik Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat (Monju) Bandung dilakukan untuk menjaga kebersihan dan ketertiban area tersebut.
  • Who?
    Penertiban dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Sekretaris Daerah Herman Suryatman, dengan arahan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan koordinasi bersama Pemerintah Kota Bandung.
  • Where?
    Kegiatan penertiban berlangsung di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat (Monju), Kota Bandung, yang selama ini menjadi lokasi aktivitas PKL dan pasar tumpah setiap hari Minggu.
  • When?
    Penertiban dilakukan pada Jumat pekan lalu, sementara pernyataan resmi disampaikan pada Senin, 27 April 2026. Keputusan terkait izin pasar Minggu masih menunggu hasil koordinasi lanjutan.
  • Why?
    Tindakan ini bertujuan menata ulang kawasan Monju agar tidak kumuh serta mendukung upaya Pemprov Jabar memperbaiki tata kota dan kualitas ruang publik di sekitar Gedung Sate sebagai pusat pemerintahan provinsi.
  • How?
    Penertiban dilakukan dengan pendekatan edukatif tanpa gesekan. PKL diberikan pemahaman, bantuan transportasi untuk memindahkan barang dagangan, serta pengawasan rutin dari
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak pedagang di Monju Bandung disuruh pindah supaya tempatnya bersih. Bapak Herman dari pemerintah bilang pedagang sudah diajak bicara baik-baik dan dibantu angkut barangnya. Sekarang dari Senin sampai Sabtu tidak ada tenda jualan di sana. Tapi pasar hari Minggu belum tahu boleh atau tidak, masih dibicarakan dulu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Penertiban kawasan Monju menunjukkan upaya pemerintah yang mengedepankan ketertiban tanpa mengabaikan sisi kemanusiaan. Langkah edukatif kepada para pedagang sebelum penertiban, bantuan transportasi, serta koordinasi lintas instansi mencerminkan pendekatan yang berimbang antara menjaga kebersihan kota dan menghormati mata pencaharian warga, sehingga suasana tertib tercapai dengan kesadaran bersama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Sejumlah bangunan semi permanen milik Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat (Monju) sebagian sudah ditertibkan. Namun, untuk pasar minggu yang biasanya digelar di wilayah tersebut masih belum diputuskan apakah akan diizinkan atau tidak.

Adapun penertiban kawasan Monju ini dilakukan agar kawasan tersebut bersih dan tidak kumuh sesuai arahan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. Sekda Provinsi Jabar, Herman Suryatman mengatakan, penertiban PKL sudah dilakukan dengan diberikan edukasi terlebih dahulu.

"PKL kami sudah edukasi agar tidak ada di sana, paling tidak dari hari kerja full, tantangan kami itu di hari minggu," ujar Herman saat ditemui, Senin (27/4/2026).

1. Nasib Pasar tumpah masih abu-abu antara diizinkan atau tidak

Sekda Jabar Herman Suryatman (IDN Times/Azzis Zul Khairil)

Herman memastikan, Pemprov Jabar saat ini masih belum memberikan keputusan apakah nantinya pasar tumpah yang ada setiap hari Minggu ini akan diizinkan atau tidak. Namun, keputusan ini kata dia dipastikan merupakan yang terbaik.

"Pada hari Minggu kan ada pasar tumpah di sana, ini kami sedang mengedukasi, nanti ke depan tentu di harapan ada solusi terbaik bagaimana PKL-nya bisa kita tertibkan, dan mereka diberikan solusi yang baik," katanya.

Kendati demikian, untuk hari Senin sampai dengan Sabtu area Monju sudah bebas dari PKL dan juga tenda-tenda yang berjualan. Pemprov Jabar pun menerjunkan tim untuk mengawasi sekitar area Monju ini.

"Jadi sementara Senin sampai Sabtu itu sudah full ya, bebas PKL. Senin sampai Sabtu tidak ada tenda, tidak ada PKL, kita tengok. Nah yang hari Minggu itu kan luar biasa dari malam hari begitu. Kami sudah coba edukasi, tentu perlu waktu, mudah-mudahan nanti ada solusi terbaik," jelas Herman.

2. Pemprov Jabar tengah memberikan edukasi

Sekda Jabar Herman Suryatman (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Lebih lanjut, Herman menambahkan, dalam waktu dekat ini Pemprov Jabar akan turut berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk menentukan izin pasar tumpah yang ada di Monju setiap hari Minggu, dengan termasuk Pemkot Bandung.

"Kami sedang edukasi ini, karena hari minggu itu kan semeraut banget, cuma jumlahnya memang sangat banyak, mungkin dua ribuan ada itu. Kami sedang koordinasi dengan Pemda Kota Bandung," kata dia.

Mengenai kompensasi bagi PKL yang bangunannya ditertibkan, Herman mengatakan, Pemprov Jabar hanya memberikan bantuan transportasi, karena para pedagang kaki lima itu sudah lama berjualan di area tersebut.

"Saya kira itu kan jalan yang sudah lama dimanfaatkan oleh yang bersangkutan. Jadi kami bantu kemarin transport nya, kami bantu kami antar. Justru mereka sudah manfaatkan cukup lama, mereka sudah punya nilai tambah cukup lama," ujarnya.

3. Penertiban PKL kondusif tanpa perlawanan

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Penertiban PKL yang dilakukan pada Jumat pekan kemarin itu, kata Herman tidak ada gesekan ataupun penolakan. Para pedagang dirasakannya sudah menyadari di mana tempat jualannya berada di area yang tidak seharusnya ditempati.

"Tapi Alhamdulillah karena kami edukasi, kemarin itu mereka sadar semuanya. Termasuk yang terakhir yang di pintu gerbang tengah kan mereka sadar. Kami bantu untuk transportasi, bahkan kami antarkan ke rumahnya barang-barangnya," kata dia.

Sebelumnya, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menekankan bahwa wajah ibu kota provinsi harus mencerminkan standar tata kota yang baik.

Penataan kawasan Gedung Sate ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Jawa Barat membangun wajah kota Bandung sebagai pusat pemerintahan yang lebih tertib, bersih, dan memiliki kualitas ruang publik yang layak.

"Ini Ibu Kota, Ibu Kota jangan lebih jelek dari ibu tiri," kata Dedi, beberapa hari kemarin.

Editorial Team