Bandung, IDN Times - Rencana pemerintah menetapkan batas maksimal kadar tar dan nikotin pada produk tembakau memicu kekhawatiran petani di Jawa Barat. Mereka menilai kebijakan yang tengah disusun Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) itu berpotensi mengganggu keberlangsungan ekosistem pertembakauan, khususnya di Kabupaten Sumedang.
Ketua DPC Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Sumedang Otong Supendi mengatakan, aturan tersebut dikhawatirkan berdampak langsung pada mata pencaharian petani.
“Jangan sampai pembatasan kadar tar dan nikotin ini diteruskan, matilah ekosistem pertembakauan. Kenapa petani yang dikorbankan?” ujarnya melalui keterangan resmi, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, saat ini yang lebih mendesak justru penindakan rokok ilegal, bukan pembatasan baru terhadap produk hasil tembakau.
