Bandung, IDN Times – Di tengah persaingan geopolitik yang makin kompleks, kerja sama antarnegara tak lagi cukup dibaca sebagai hubungan diplomatik biasa. Hari ini, kemitraan strategis lebih dari sekadar urusan perjanjian bilateral. Ia menjadi jalur penting untuk membangun kekuatan nasional, mempercepat penguasaan teknologi, dan menentukan posisi sebuah negara di masa depan.
Dalam konteks itu, hubungan Indonesia dan Korea Selatan layak dibaca lebih serius. Kerja sama dua negara ini bukan hanya soal pertahanan, tetapi juga menyangkut kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, industri masa depan, hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM). Artinya, kemitraan RI–Korsel bukan sekadar hubungan luar negeri, melainkan bagian dari strategi besar Indonesia untuk memperkuat daya saing nasional.
Pakar pertahanan dan hubungan internasional Binus University, Curie Maharani, menilai Korea Selatan punya nilai strategis penting bagi Indonesia. Menurut dia, di tengah perubahan lanskap keamanan Indo-Pasifik, kemitraan dengan Korsel bisa menjadi pintu masuk bagi Indonesia untuk memperkuat industri pertahanan, mempercepat transfer teknologi, dan membangun fondasi SDM yang lebih siap menghadapi tantangan global.
