Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260105-WA0008.jpg
Perumahan mewah City Land di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, menjadi sorotan publik setelah banjir bandang menerjang sejumlah wilayah, Selasa (23/12/2025).

Intinya sih...

  • Tudingan warga mengarah pada pembukaan lahan di kawasan perbukitan yang saat ini tengah dikembangkan menjadi perumahan City Land.

  • Pemerintah Kabupaten Cirebon akan melakukan reboisasi pada bukit-bukit gundul di Kecamatan Sumber sebagai upaya pemulihan lingkungan dan pencegahan banjir susulan.

  • Pihak pengembang City Land menyatakan kesiapan berkolaborasi dengan Pemkab Cirebon dalam program penghijauan untuk mencegah banjir.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Cirebon, IDN Times - Perumahan mewah City Land di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, menjadi sorotan publik setelah banjir bandang menerjang sejumlah wilayah, Selasa (23/12/2025).

Warga menuding aktivitas pembangunan di kawasan perbukitan sebagai salah satu faktor utama yang memicu limpasan air secara tiba-tiba hingga merendam permukiman.

Banjir terjadi usai hujan deras mengguyur wilayah Sumber dan sekitarnya. Air meluap dengan cepat dari kawasan perbukitan menuju pemukiman warga, menyebabkan genangan tinggi dalam waktu singkat.

Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran masyarakat terhadap dampak alih fungsi lahan yang dinilai mengurangi daya serap tanah.

1. Sorotan publik ke aktivitas pembangunan

Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Selasa (23/12/2025) sore, menyebabkan banjir di sejumlah titik.

Tudingan warga mengarah pada pembukaan lahan di kawasan perbukitan yang saat ini tengah dikembangkan menjadi perumahan City Land. Bukit yang sebelumnya hijau kini tampak gundul di sejumlah titik, memunculkan dugaan berkurangnya kawasan resapan air.

Isu tersebut berkembang luas di tengah masyarakat, terutama karena lokasi pembangunan berada di area yang secara topografi lebih tinggi dari permukiman warga. Kondisi ini dinilai berpotensi mempercepat aliran air permukaan saat hujan deras terjadi.

Polemik tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Cirebon turun langsung ke lapangan untuk memastikan penyebab banjir dan merespons keresahan warga.

2. Pemkab Cirebon turun tangan

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, menyebut banjir bandang yang melanda Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (23/12/2025), diduga kuat dipicu oleh alih fungsi lahan di kawasan hulu.

Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala mengatakan, belum lama ini ia bersama sejumlah instansi terkait meninjau langsung kawasan perbukitan dan area perumahan City Land. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi lingkungan, alur air, serta dampak pembangunan terhadap wilayah sekitar.

Pemkab Cirebon menyatakan akan melakukan reboisasi pada bukit-bukit gundul di Kecamatan Sumber.

"Langkah ini diambil sebagai upaya pemulihan lingkungan sekaligus pencegahan banjir susulan. Pemerintah daerah juga menyiapkan lahan milik Pemkab seluas sekitar 3.000 meter persegi untuk ditanami pohon," kata Hendra, Senin (5/1/2026).

Hendra menegaskan, penanganan banjir harus dilakukan secara objektif dan berbasis kondisi lapangan. Pemerintah daerah ingin memastikan sumber air yang menyebabkan banjir, sekaligus mendorong upaya mitigasi jangka panjang.

3. Pengembang bantah jadi penyebab utama

Sejumlah infrastruktur di wilayah Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengalami kerusakan akibat terjangan banjir bandang yang terjadi pada Selasa (23/12/2025).

Di sisi lain, pihak pengembang City Land menyatakan kesiapan berkolaborasi dengan Pemkab Cirebon dalam program penghijauan. Direktur ASP Land Development, Cecep Hendi, menegaskan pihaknya tidak menutup mata terhadap isu banjir yang berkembang di masyarakat.

Menurutnya, hasil pengecekan di lapangan menunjukkan tidak adanya aliran sungai dari kawasan City Land yang mengarah langsung ke Blok Cikuya.

"Aliran air dari kawasan perumahan disebut mengarah ke timur dan tidak terhubung dengan titik banjir yang ramai diperbincangkan warga," kata Cecep.

Meski demikian, pengembang menyatakan komitmennya untuk menanam pohon di ruang terbuka hijau milik perusahaan maupun di lahan Pemkab Cirebon. Jenis tanaman yang disiapkan antara lain ketapang dan baujan, yang dinilai mampu menyerap air dan cepat tumbuh.

4. Dosa tata ruang di Cirebon yang harus dibayar warga

Perumahan mewah City Land di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, menjadi sorotan publik setelah banjir bandang menerjang sejumlah wilayah, Selasa (23/12/2025).

Kabupaten Cirebon, Jawa Barat dilanda banjir dalam sepekan terakhir. Hujan dengan intensitas tinggi yang turun hampir setiap hari membuat sejumlah kecamatan terendam air dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai 1,5 meter di titik terparah.

Permukiman warga, sawah, fasilitas umum, hingga akses jalan utama lumpuh. Aktivitas ekonomi warga terganggu, sekolah terpaksa diliburkan, dan sebagian keluarga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Dalam catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, sebanyak 10.827 jiwa dari 4.107 kepala keluarga (KK) terdampak dalam peristiwa tersebut.

Diketahui, banjir merendam 3.923 unit rumah yang tersebar di 24 desa pada sembilan kecamatan. Meski sempat menggenangi permukiman, seluruh wilayah terdampak kini dipastikan sudah surut. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Selain rumah warga, banjir juga mengenai berbagai fasilitas umum. BPBD mencatat empat sekolah, sebelas tempat ibadah, serta 179,98 hektare lahan sawah ikut terendam akibat luapan air sungai dan hujan berintensitas tinggi.

Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat sempat lumpuh, terutama di wilayah yang airnya bertahan cukup lama sebelum akhirnya surut.

Dari sembilan kecamatan terdampak, Kecamatan Plumbon menjadi wilayah dengan dampak paling besar. Di daerah tersebut tercatat 2.161 rumah terendam, bahkan sebagian mengalami kerusakan ringan hingga sedang.

Sementara itu, wilayah lain yang juga terdampak antara lain Kecamatan Sumber dengan 159 rumah, Kecamatan Tengahtani sebanyak 672 rumah, dan Kecamatan Talun mencapai 931 rumah. Adapun kecamatan lainnya meliputi Mundu, Weru, Gunungjati, Kedawung, Dukupuntang, dan Plumbon.

Pemerintah daerah menyebut cuaca ekstrem sebagai penyebab utama banjir. Bupati Cirebon, Imron Rosyadi mengatakan, curah hujan tinggi dinilai berada di luar kendali manusia, sehingga banjir dianggap sebagai bencana alam yang sulit dihindari.

Pernyataan ini berulang kali disampaikan dalam setiap kejadian banjir, seolah menjadi penjelasan tunggal atas persoalan yang terus berulang dari tahun ke tahun.

"Curah hujan sedang tinggi, sehingga sungai tidak lagi mampu menampung debit air," kata Imron beberapa waktu lalu.

Editorial Team