Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Persis Jadi Mitra BGN Sukseskan Program Makan Bergizi
Dok IDN Times
  • BGN dan PP Persis resmi menandatangani MoU untuk memperkuat kolaborasi dalam program Makan Bergizi Gratis, dengan peresmian dapur SPPG Persis di Bojongsoang, Kabupaten Bandung.
  • Persis diapresiasi atas keseriusannya membangun ribuan dapur SPPG berstandar tinggi yang mendukung distribusi makanan bergizi ke berbagai daerah di Indonesia.
  • Program MBG dinilai bukan sekadar penyediaan makanan, tapi juga sarana dakwah, pendidikan adab makan, serta pemberdayaan ekonomi pesantren agar lebih mandiri dan berdaya guna.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dr. Ir. Dadang Hindayana, meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Persatuan Islam sekaligus menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) di Dapur SPPG Ciganitri, Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Senin (23/2/2026).

Peresmian ini menjadi bagian dari penguatan kolaborasi dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dadang mengapresiasi komitmen Persis yang dinilai menjadi salah satu mitra strategis dalam menyukseskan program nasional tersebut.

“BGN sangat senang karena Persis menjadi partner terbaik bagi kami,” ujarnya.

1. Persis dinilai serius bangun dapur SPPG

Dok IDN Times

Dadang menyampaikan apresiasi atas langkah PP Persis yang melalui Yayasan Sabaris Insan Madani membangun dapur-dapur SPPG di berbagai titik.

Menurutnya, keseriusan Persis terlihat dari standar kualitas dan profesionalisme yang diterapkan dalam pengelolaan dapur.

“Hingga saat ini, terdapat 24 ribu SPPG di seluruh Indonesia. Angka tersebut muncul berkat kemitraan yang sangat baik dengan elemen masyarakat. Jika kami membangun sendiri, tidak akan secepat ini,” jelasnya.

SPPG Persis di Garut disebut menjadi salah satu penyokong program MBG. Selain itu, Persis menjadi bagian merah putih saat launching 6 Januari 2025.

2. MBG disebut bukan sekadar program makan

Dok IDN Times

Ketua Umum PP Persis, Jeje Zaenudin, menegaskan pihaknya menyambut baik program MBG karena memiliki nilai strategis.

Menurut Jeje, ada tujuh poin utama yang membuat Persis mendukung program ini. Salah satunya adalah MBG sebagai bentuk dakwah bil hal atau dakwah melalui tindakan nyata.

“MBG ini bukan hanya aspek makan, tapi pendidikan adab pola makan yang benar. Kesadaran bahwa makanan adalah rezeki dari Allah SWT,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ini juga menjadi media pembentukan karakter, disiplin, serta etika makan yang Islami.

3. Dorong pemberdayaan dan kemandirian pesantren

Dok IDN Times

Jeje menilai MBG juga memiliki dampak ekonomi karena memberdayakan potensi lingkungan sekitar, termasuk pesantren.

SPPG milik Persis dibangun di basis pesantren untuk memperkuat kemandirian ekonomi jamiyyah sekaligus memastikan distribusi makanan sehat berjalan optimal.

Selain itu, ia menegaskan pengelolaan SPPG harus dilakukan secara amanah.

“Makanan harus sehat, nikmat, dan bermanfaat. Tidak boleh ada penyelewengan dan kesalahan,” tegasnya.

Persis, lanjut Jeje, berkomitmen menyukseskan program MBG agar dapat diterima masyarakat secara luas dan berjalan sesuai tujuan awal.

Kolaborasi antara BGN dan PP Persis ini diharapkan mempercepat pemerataan akses makanan bergizi serta memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Editorial Team