Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Persib Kecam Penyerangan Bus Pemain Muda di Rest Area Batang
instagram Persib Bandung
  • Manajemen Persib mengecam penyerangan bus rombongan EPA di Rest Area Batang, Minggu malam, yang merusak kendaraan dan melukai media officer Pandu Persada.
  • Pandu Persada mengalami pemukulan setelah terpisah dari rombongan dan berlindung di tempat tambal ban; pemain Ridwan berhasil keluar lokasi dengan aman.
  • Persib berkoordinasi dengan polisi Batang untuk evakuasi, pendataan kerusakan dan barang hilang, serta menempuh jalur hukum sambil mengimbau semua pihak tidak membalas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bus pemain muda Persib diserang di tempat istirahat Batang pada malam hari. Bus rusak, dan Pandu Persada dipukul sampai wajahnya berdarah. Ridwan juga diperlakukan tidak baik. Persib bilang kekerasan tidak boleh. Polisi sedang diajak bekerja sama untuk menolong Pandu, mencari barang yang hilang, dan mencari pelaku.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sikap Persib yang memprioritaskan keselamatan personel, berkoordinasi intensif dengan kepolisian, dan memilih jalur hukum menunjukkan upaya penanganan yang terukur di tengah situasi sulit. Imbauan agar semua pihak tetap tenang serta penelusuran berbasis keterangan saksi dan dokumentasi membuka ruang bagi pengungkapan fakta secara objektif tanpa memperbesar ketegangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Manajemen Persib Bandung mengecam insiden penyerangan bus rombongan pemain muda Elite Pro Academy (EPA) di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026) malam. Persib menilai kejadian tersebut sebagai persoalan serius karena menyangkut keselamatan personel yang sedang menjalankan tugas profesional.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 21.30 WIB itu mengakibatkan bus rombongan mengalami kerusakan. Seorang media officer Persib, Pandu Persada, juga dilaporkan mengalami pemukulan hingga mengalami luka berdarah di bagian wajah. Sementara itu, pemain muda bernama Ridwan turut mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari sekelompok orang.

"Segala bentuk kekerasan dan tindakan yang membahayakan keselamatan orang lain tidak dapat dibenarkan. Oleh karena itu, kejadian ini perlu ditangani secara serius, objektif, dan melalui jalur hukum agar fakta dapat diungkap serta pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku," ungkap manajemen dari keterangan resmi dikutip IDN Times, Senin (12/10/2026).

1. Persib menilai kekerasan tidak bisa dibenarkan

Bus Pemain Muda Persib Diserang di Rest Area Batang, Ofisial Dipukuli. IDN Times/Istimewa

Berdasarkan informasi awal yang diterima manajemen, para pelaku diduga merupakan bagian dari rombongan suporter Persija Jakarta yang sedang dalam perjalanan pulang setelah mendukung timnya bertanding di Yogyakarta. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan penelusuran lebih lanjut.

Manajemen Persib memandang serius insiden tersebut, terlebih karena terdapat dugaan kekerasan fisik, perusakan kendaraan, dan pengambilan barang milik rombongan tanpa hak. Manajemen juga menekankan pentingnya mengungkap fakta secara menyeluruh agar pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

2. Persib prioritaskan keselamatan personel yang terdampak

Bus Pemain Muda Persib Diserang di Rest Area Batang, Ofisial Dipukuli. IDN Times/Istimewa

Selain mengecam penyerangan, manajemen Persib memprioritaskan keselamatan personel yang terlibat dalam insiden tersebut. Pandu Persada dilaporkan mengalami kekerasan fisik setelah terpisah dari rombongan bus. Untuk menghindari ancaman lebih lanjut, dia berupaya menyelamatkan diri dengan berlindung di sebuah tempat tambal ban di area rest area.

Sementara itu, Ridwan berhasil meninggalkan lokasi dengan selamat setelah mendapat tumpangan menggunakan mobil milik orang tua salah satu pemain. Kenek bus rombongan EPA juga berada di kendaraan tersebut.

Manajemen Persib menyatakan terus berkoordinasi dengan kepolisian di wilayah Batang, Jawa Tengah, untuk memastikan keselamatan dan mengupayakan evakuasi Pandu.

"Hingga laporan ini disusun, Persib masih melakukan koordinasi secara intensif dengan pihak kepolisian di wilayah Batang, Jawa Tengah, untuk memastikan keselamatan dan mengupayakan pengamanan serta evakuasi Pandu dari lokasi kejadian," ungkap manajemen Persib dalam keterangannya.

3. Persib tempuh jalur hukum dan imbau suporter tetap tenang

Ilustrasi hukum dan pengadilan (pixabay/MiamiAccidentLawyer)

Manajemen Persib juga melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjuti dugaan kekerasan fisik, perusakan bus, dan penjarahan barang milik rombongan EPA Persib U-18.

Sejumlah koper milik ofisial dan pemain dilaporkan dijarah dalam insiden tersebut. Manajemen masih memerlukan pendataan lebih lanjut untuk memastikan jumlah barang yang hilang, tingkat kerusakan kendaraan, serta total kerugian yang ditimbulkan.

Pengumpulan keterangan korban dan saksi serta dokumentasi kerusakan juga menjadi bagian dari upaya penelusuran kejadian. Di sisi lain, Persib mengimbau seluruh pihak agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan balasan yang berpotensi memperburuk situasi.

Manajemen berharap penanganan melalui jalur hukum dapat mengungkap fakta secara objektif sekaligus memastikan pihak yang terbukti bertanggung jawab mendapatkan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Curated For You

Editorial Team

Related Article