Cirebon, IDN Times - Persediaan batu bara di sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di wilayah Cirebon, Jawa Barat, mulai menyusut. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan pasokan energi listrik apabila distribusi bahan bakar utama pembangkit tidak segera diperkuat. Di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional, keterbatasan stok batu bara berpotensi menekan stabilitas operasional pembangkit listrik berbasis fosil.
Wakil Direktur Utama Cirebon Power, Joseph Pangalila, menjelaskan kondisi cadangan batu bara di beberapa pembangkit tidak merata. Sebagian unit pembangkit masih memiliki cadangan bahan bakar yang cukup untuk operasi lebih dari sepuluh hari. Namun di sisi lain, ada pula pembangkit yang cadangannya sudah berada di bawah ambang batas tersebut.
“Di beberapa unit stoknya masih di atas sepuluh hari operasi, tetapi ada juga yang sudah kurang dari itu,” kata Joseph saat ditemui beberapa waktu lalu.
Penurunan cadangan ini menjadi perhatian karena batu bara merupakan komponen utama dalam sistem produksi listrik berbasis PLTU. Jika pasokan tersendat dalam jangka panjang, operasional pembangkit dapat terdampak dan berpotensi memengaruhi keandalan sistem kelistrikan secara keseluruhan.
