Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20250820-WA0014.jpg
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Intinya sih...

  • Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menyoroti Bupati Sukabumi Asep Jafar karena sulit dihubungi terkait jembatan gantung rusak di Kampung Tanjung.

  • Pemerintah Provinsi Jabar berencana membangun jembatan tersebut dengan dana darurat agar akses masyarakat kembali normal.

  • Bantuan dana darurat bisa digelontorkan jika bupati setempat mengirimkan surat pernyataan tangap darurat bencana, namun respon Bupati Asep Jafar yang lambat disesalkan Gubernur Dedi Mulyadi.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menyoroti Bupati Sukabumi Asep Jafar setelah sebelumnya diberikan teguran keras atas meninggalnya Raya balita yang wafat dalam kondisi dipenuhi cacing. Kali ini, Dedi merasa geram karena Asep sangat sulit dihubungi.

Dedi sendiri berencana menindaklanjuti keluhan warga terkait jembatan gantung yang rusak di Kampung Tanjung, Desa Tanjung, Sukabumi. Hal ini dirasakannya perlu segera ditangani karena siswa sekolah dan warga kesulitan akses akibat jembatan terputus diterjang banjir bandang sejak akhir tahun lalau.

Pemerintah Provinsi Jabar pun berencana akan membangun jembatan tersebut dengan menggunakan dana darurat agar akses masyarakat kembali normal.

"Saya pengen (mulai) bangun hari Senin (kemarin), tetapi itu kan kita ngeluarin dana nih, dananya kan harus dana darurat," katanya di Bandung, Selasa (26/8/2025).

1. Dedi Mulyadi gedeg Asep tak kunjung merespons

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Hanya saja, bantuan dana darurat ini bisa digelontorkan dengan salah satu aturannya bupati setempat mengirimkan surat pernyataan tangap darurat bencana. Dedi pun sudah mengontak bupati namun tidak pernah direspon.  Adapun dana darurat jadi opsi karena anggaran di Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Jabar untuk segera membangun jembatan tidak ada.

"Sekarang bupatinya di WhatsApp checklist terus, gimana gitu loh? Jadi kita ingin cepet, karena yang lain sudah dibangun," ucapnya.

2. Sukabumi banyak persoalan yang harus diselesaikan

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Respons Bupati Asep Jafar yang lambat ini disesalkan Dedi,  mengingat persoalan yang muncul di Sukabumi begitu banyak. Pemprov Jabar bahkan sebelumnya sudah membangun empat jembatan di satu desa. Oleh karena itu, Dedi meminta agar bupati bisa lebih memperhatikan kondisi ini.

"Sekarang ini, pokoknya Sukabumi ini paling banyak sekali, tetapi bupatinya sulit dihubungi," keluhnya.

3. Biaya perbaikan total mencapai Rp3 miliar

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat diwawancarai usai peresmian Koperasi Merah Putih di Desa Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (21/7/2025). IDN Times/Linna Susanti

Kepada warga Kampung Tanjung, Dedi sendiri menjanjikan akan segera menurunkan tim teknis dari provinsi. Dia menghitung kasus jembatan putus terjadi di banyak daerah dan membutuhkan prioritas penanganan mulai 2026 mendatang.

"Itu sudah dihitung biayanya, itu biayanya adalah Rp3 miliar untuk bangun jembatan," ucapnya.

Diketahui, Bupati Sukabumi Asep Jafar ini sebelumnya mendapatkan teguran keras dari Dedi Mulyadi karena tidak bisa menangani balita yang meninggal dengan kondisi tubuh dipenuhi cacing. Bahkan, bantuan desa untuk Sukabumi pun akan ditahan terlebih dahulu akibat kasus ini.

Editorial Team