Bandung, IDN Times - Perjalanan menuju sekolah tak selalu mudah bagi para guru di daerah terpencil. Di sejumlah wilayah, akses pendidikan masih diwarnai medan berat, jalan setapak, hingga keterbatasan fasilitas yang harus dilalui setiap hari demi memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.
Situasi itulah yang dijalani Ibu Yustina Yuniarti, guru honorer di SDK Wukur. Selama lebih dari satu dekade, ia rutin menempuh perjalanan sekitar 6 kilometer melewati hutan dan jalur berbukit untuk sampai ke ruang kelas tempat ia mengajar.
Di tengah keterbatasan akses dan kondisi ekonomi yang sederhana, Yustina memilih bertahan demi mendampingi para siswa tetap mendapatkan pendidikan yang layak. Sekolah tempatnya mengajar kini menjadi ruang belajar bagi 34 siswa dengan dukungan delapan tenaga pendidik.
Kisah Yustina menjadi gambaran perjuangan banyak guru di pelosok yang terus menjaga semangat pendidikan, meski harus menghadapi tantangan yang tidak ringan setiap harinya.
