Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Penyataan Pihak SMAN 5 Bandung Setelah Muridnya Meninggal Dikeroyok
SMAN 5 Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • SMAN 5 Bandung berduka atas meninggalnya siswa kelas 11, Muhammad Fahdly Arjasubrata, akibat pengeroyokan oleh pelajar SMAN 2 Bandung.
  • Pihak sekolah mengimbau masyarakat dan siswa untuk tidak menyebarkan spekulasi atau konten visual terkait insiden, serta menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada kepolisian.
  • Sekolah meminta orang tua membatasi aktivitas luar rumah anak selama libur Idulfitri, mengajak siswa mendoakan almarhum, dan menyediakan layanan konseling bagi yang terdampak emosional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
14 Maret 2026

Plt Kepala Sekolah SMAN 5 Bandung, Agus Ferdiana, menandatangani surat edaran berisi enam poin imbauan kepada orang tua siswa setelah meninggalnya Muhammad Fahdly Arjasubrata akibat pengeroyokan.

16 – 29 Maret 2026

SMAN 5 Bandung menetapkan masa libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H dan menegaskan tidak ada kegiatan yang melibatkan siswa selama periode tersebut.

kini

Sekolah menyerahkan penanganan kasus kepada kepolisian, mengimbau warga sekolah untuk tenang, serta menyediakan layanan bimbingan konseling bagi murid yang terdampak secara emosional.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Seorang siswa SMAN 5 Bandung bernama Muhammad Fahdly Arjasubrata meninggal dunia setelah dikeroyok oleh sejumlah pelajar dari SMAN 2 Bandung, memicu pernyataan resmi dan imbauan dari pihak sekolah.
  • Who?
    Muhammad Fahdly Arjasubrata, murid kelas XI SMAN 5 Bandung; pelajar SMAN 2 Bandung yang diduga terlibat pengeroyokan; serta Plt Kepala Sekolah SMAN 5 Bandung, Agus Ferdiana.
  • Where?
    Kejadian terjadi di Kota Bandung, Jawa Barat. Pihak sekolah menyampaikan pernyataan dan imbauan melalui surat edaran resmi dari lingkungan SMAN 5 Bandung.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Sabtu, 14 Maret 2026. Masa libur sekolah berlangsung antara 16 hingga 29 Maret 2026 sesuai surat edaran yang diterbitkan.
  • Why?
    Pihak sekolah mengeluarkan imbauan untuk menenangkan situasi, mencegah penyebaran spekulasi di publik, serta menjaga keamanan dan ketertiban siswa pascakejadian pengeroyokan tersebut.
  • How?
    Sekolah menerbitkan surat edaran berisi enam poin imbauan kepada orang tua siswa, menyerahkan penanganan kasus kepada kepolisian, serta menyediakan layanan bimbingan konseling
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Seorang anak sekolah bernama Fahdly dari SMAN 5 Bandung meninggal karena dipukul ramai-ramai oleh anak sekolah lain. Sekolahnya sedih sekali dan kepala sekolahnya bernama Pak Agus bilang semua harus tenang. Polisi sedang mencari tahu apa yang terjadi. Sekolah juga minta anak-anak jangan keluar rumah kalau tidak penting dan tetap berdoa untuk Fahdly.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di tengah suasana duka, SMAN 5 Bandung menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab yang kuat dengan mengimbau ketenangan, menolak spekulasi, serta menyerahkan penanganan kasus kepada pihak berwenang. Sikap ini mencerminkan kedewasaan lembaga dalam menjaga empati dan etika publik, sekaligus memberikan dukungan emosional melalui layanan bimbingan konseling bagi para siswa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Duka mendalam menyelimuti SMAN 5 Kota Bandung setelah murid kelas 11, Muhammad Fahdly Arjasubrata meninggal dunia dikeroyok oleh pelajar dari SMAN 2 Kota Bandung. Dari insiden ini, pihak sekolah pun mengirimkan surat imbauan terhadap orangtua siswa.

Dalam surat edaran bernomor 421.3/223/SMAN.5/CADISDIK WIL VII/2026 ada enam poin imbauan terhadap orangtua siswa. Surat ini juga ditandatangani langsung oleh Plt Kepala Sekolah SMAN 5 Bandung, Agus Ferdiana.

"Keluarga besar SMAN 5 Bandung tengah diselimuti duka yang mendalam atas berpulangnya putra terbaik kami, Ananda Muhammad Fahdly Arjasubrata (Kelas XI-B)," ujar Agus dalam surat tersebut, Sabtu (14/3/2026).

1. Sekolah minta semua pihak menahan diri

PPDB SMAN 5 Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Segenap seluruh murid dan juga tenaga pendidik SMAN 5 Bandung turut mendoakan korban. Sehubungan dengan banyaknya informasi yang beredar di media sosial maupun pesan berantai mengenai kronologis berpulangnya Fahdly, pihak sekolah meminta agar tidak membuat spekulasi ke publik.

"Kami memohon dengan sangat kepada seluruh pihak untuk menahan diri dan bijak dalam menyaring informasi. Mohon untuk tidak menyebarkan spekulasi, asumsi, atau konten visual (foto/video) yang belum terverifikasi demi menjaga perasaan keluarga besar almarhum," kata Agus.

2. Tidak ada kegiatan selama jelang Idulfitri

PPDB SMAN 5 Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Pihak sekolah, pun memastikan telah menyerahkan sepenuhnya penanganan kejadian ini kepada pihak kepolisian, sehingga masyarakat dan juga murid lainnya untuk tetap bersabar menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian.

"Kami mengimbau seluruh warga sekolah dan masyarakat untuk tetap tenang dan menghormati proses penyidikan serta penyelidikan yang sedang berlangsung. Mari kita berikan ruang bagi pihak berwenang untuk bekerja secara profesional hingga fakta yang sebenarnya terungkap," kata dia.

Dengan kondisi ini, sekolah juga meminta agar orangtua siswa menerapkan pembatasan aktivitas keluar rumah anak-anak apabila tidak ada keperluan yang mendesak. Kemudian, memastikan anak-anak didampingi oleh orangtua/orang dewasa jika harus keluar rumah pada jam-jam rawan.

"Sebagaimana telah disampaikan pada surat edaran nomor 423/212/SMAN.5/CADISDIK WIL VII/2026, pada rentang 16-29 Maret 2026 adalah masa Libur Hari Raya Idulfitri 1447 H sehingga tidak ada kegiatan apapun yang melibatkan siswa," katanya.

3. Sekolah memberikan konseling terhadap teman korban

SMAN 5 Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Selanjutnya, untuk murid SMAN 5 Bandung diharapkan bisa lebih bijak dalam bersikap dan tidak terpancing amarahnya untuk melakukan kegiatan pengeroyokan. Agus mengajak para murid turut mengirimkan doa kepada almarhum.

"Kami meminta siswa-siswi SMAN 5 Bandung untuk menunjukkan rasa solidaritas dengan mendoakan almarhum serta tidak terpancing untuk melakukan aksi-aksi yang dapat merugikan diri sendiri maupun nama baik sekolah," tuturnya.

Di sisi lain, sekolah memberikan ruang bimbingan konseling kepad para murid lain yang dekat dengan korban.

"Sekolah menyediakan layanan bimbingan konseling bagi rekan-rekan dekat almarhum atau siswa lain yang merasa terdampak secara emosional atas kejadian ini," kata dia.

Editorial Team