Insiden penolakan penobatan Sultan Sepuh XV Luqman Zulkaedin. (IDN Times/Wildan Ibnu)
Insiden keributan pun terjadi di Dalem Arum. Saat prosesi jumenengan selesai, tiba-tiba sejumlah orang berseru menyampaikan penolakan penobatan. Tak lama kemudian, mereka diamankan dan ditarik keluar oleh petugas penjaga.
Penolak penobatan Luqman Zulkaedin sebagai sultan sepuh XV, Ratu Mawar Kartina mengaku, dia bersama sesepuh Keraton Kasepuhan mengaku tidak diundang ihwal acara penobatan Luqman Zulkaedin sebagai Sultan XV. Menurutnya, sebagai bagian dari keluarga Keraton Kasepuhan, dia prihatin karena dilarang datang ke rumahnya sendiri.
Atas dasar itu, dia bersama sesepuh memberanikan diri untuk menghadiri prosesi penobatan untuk menyampaikan penolakan penobatan Luqman sebagai sultan. Mawar berdalih, Luqman dan mendiang almarhum Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat tidak memiliki nasab Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati.
"Luqman itu bukan nasab dari Sunan Gunung Jati. Kesultanan Cirebon menolak penobatan ini. Yang berhak adalah senasab dengan Sunan Gunung Jati, Luqman itu bukan," ujar Mawar saat memberikan keterangan pers.