Bandung, IDN Times - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat pesimistis okupansi bisa meningkat di tahun 2026. Mereka memperkirakan, industri perhotelan akan mengalami defisit bila terus mengalami penurunan keterisian kamar hotel.
Ketua PHRI Jawa Barat, Dodi Ahmad Sofiandi mengatakan, okupansi hotel di Provinsi Jawa Barat terus mengalami penurunan, termasuk pada masa Libur Tahun Baru 2025/2026. Berdasarkan data, tingkat okupansi hotel pada masa libur tersebut hanya mencapai sekitar 70 persen.
"Kalau di hotel bintang bisa mencapai 80 sampai 90 persen (okupansinya) apa lagi di daerah ring satu seperti Asia-Afrika, Jalan Braga dan Dago, bisa mencapai seratus persen, tapi kalau kita bicara hotel, kan tidak hanya di Braga (saja) karena di Bandung seperti yang saya sampaikan ada 300 hotel," kata Dodi saat dihubungi, Senin (5/1/2026).
