Cirebon, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Cirebon mencatat penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sepanjang 2025 di tengah meningkatnya serapan tenaga kerja sektor manufaktur. Namun, di balik tren positif tersebut, jumlah warga yang belum bekerja masih tergolong tinggi dan menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.
Berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon dan Badan Pusat Statistik (BPS), angka TPT Kabupaten Cirebon pada September 2025 berada di kisaran 6,42 persen. Angka itu disebut lebih baik dibanding sejumlah daerah lain di Jawa Barat yang masih menghadapi kenaikan pengangguran.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto mengatakan, penurunan pengangguran dipengaruhi meningkatnya investasi dan kebutuhan tenaga kerja di sektor industri manufaktur.
Menurut Imron, data dalam sistem Siap Kerja menunjukkan jumlah pencari kerja di Kabupaten Cirebon saat ini sekitar 26.000 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 12.000 tenaga kerja terserap industri manufaktur dalam negeri sepanjang 2025.
“Serapan tenaga kerja ini menunjukkan bahwa investasi di Kabupaten Cirebon masih bergerak. Memang skalanya belum sebesar kawasan industri seperti Bekasi atau Karawang, tetapi trennya terus membaik,” kata Novi, Minggu (10/5/2026).
Ia menyebut pertumbuhan industri di wilayah timur Jawa Barat mulai berdampak terhadap pembukaan lapangan kerja baru, terutama pada sektor padat karya.
Kondisi itu dinilai membantu menekan angka pengangguran yang selama ini menjadi persoalan utama di Kabupaten Cirebon.
