Bandung, IDN Times - Persoalan anggaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung masih menjadi pertanyaan besar. Tak tanggung-tanggung defisit anggaran tahun ini diprediksi mencapai Rp609 miliar. Angka ini jelas bukan nominal kecil karena bisa berdampak pada berbagai program daerah yang bisa dirasakan masyarakat.
Lalu bagaimana perkiraan defisit ini terjadi? Salah satu indikatornya adalah pendapatan daerah dari perpajakan yang kemungkinan tidak akan tercapai secara maksimal.
Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Arif Prasetya mengatakan, hingga kuartal kedua pajak yang dihimpun BPPD baru mencapai 34 persen atau sekitar Rp846 miliar. Angka ini masih cukup jauh dari target tahun ini berdasarkan rancangan kerja mencapai Rp2.436 miliar.
"Nilai ini saja sudah turun dibandingkan tahun lalu sebesar Rp2.644 miliar," ujarnya ditemui dalam forum grup diskusi (FGD) Pendapatan Daerah, Rabu (3/7).