Bandung, IDN Times - Akses layanan keuangan masih menjadi tantangan bagi banyak perempuan prasejahtera di berbagai daerah Indonesia. Tidak sedikit pelaku usaha ultra mikro yang sebelumnya merasa kesulitan mendapatkan pembiayaan karena keterbatasan akses, informasi, hingga rasa takut memulai usaha.
Kondisi tersebut perlahan berubah seiring hadirnya program pendampingan yang dijalankan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Perusahaan pelat merah itu tidak hanya menyediakan pembiayaan tanpa agunan, tetapi juga membangun sistem pemberdayaan yang menyasar langsung masyarakat akar rumput.
Pendampingan dilakukan secara intensif oleh account officer (AO) yang rutin menemui nasabah di berbagai wilayah, mulai dari teras rumah warga hingga balai pertemuan kampung. Kehadiran mereka disebut menjadi bagian penting dalam membangun keberanian dan kemandirian usaha perempuan prasejahtera.
Melalui pertemuan kelompok rutin, para nasabah juga mendapatkan edukasi sederhana terkait pengelolaan usaha, disiplin keuangan, hingga penguatan rasa percaya diri dalam menjalankan usaha ultra mikro yang menopang kebutuhan keluarga sehari-hari.
