Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_20260126_132536.jpg
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Intinya sih...

  • Pencarian korban longsor di Cisarua Brandung Barat dilakukan selama 14 hari sesuai status darurat bencana dari pemerintah daerah.

  • Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, memastikan operasi pencarian akan mengikuti masa darurat yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Brandung Barat.

  • Basarnas sudah mengirimkan 29 bodypack kepada tim DVI Polri untuk identifikasi dari total 83 warga yang dinyatakan hilang sejak 24-26 Januari 2026.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Badan SAR Nasional (Basarnas) memastikan batas waktu pencarian korban longsor di Dusun Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat, tepatnya di bawah kaki Gunung Burangrang dilakukan dengan mengikuti status darurat bencana dari pemerintah daerah.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, operasi pencari korban hilang secara regulasi memang tujuh hari. Namun, khusus peristiwa ini dia memastikan akan mengikuti masa darurat yang sudah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Brandung Barat.

"Begini. Operasi normalnya kami akan evaluasi pada tujuh hari. Namun dalam operasi-operasi tertentu kalau sebelum tujuh hari sudah bisa kami temukan korban, pasti kami akan selesaikan," ujar Syafii di Posko Basarnas dekat dengan lokasi kejadian, Senin (26/1/2026).

Menurutnya, dalam pencarian tidak bisa ditentukan berapa jumlah korban yang dapat ditemukan. Namun, proses pencarian akan terus dilakukan hingga batas waktu darurat dicabut pemerintah daerah.

"Terkait dengan kejadian di Cisarua ini merupakan dampak dari bencana hidrometeorologi, pemerintah daerah melalui BPBD juga sudah mendeklarasikan bahwa tanggap darurat akan dilaksanakan selama 14 hari," katanya.

"Itu yang sudah dideklarasikan. Dan keberadaan kami tentunya di cluster. Kami sektor dari operasi SAR di mana kendali penuh atau SAR Mission Coordinator ada di Kepala Kantor SAR Bandung. Melaksanakan operasi ini tentunya akan mengacu kepada apa yang sudah dideklarasikan oleh pemerintah daerah," kata Syafii.

Untuk diketahui, Sejak 24-26 Januari 2026, Basarnas sudah mengirimkan 29 bodypack kepada tim DVI Polri untuk dilakukan identifikasi. Adapun data total warga yang dinyatakan hilang sebanyak 83 orang.

Editorial Team