Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Penanaman Modal Asing di Jabar Tembus Rp132 Triliun, Lampaui Jakarta
Ilustrasi Infrastruktur (IDN Times/Arief Rahmat)
  • Realisasi PMA Jawa Barat mencapai Rp132 triliun sepanjang Januari–September 2026, setara 17,9 persen investasi asing nasional dan melampaui DKI Jakarta, Jawa Timur, serta Maluku Utara.

  • Pada Triwulan III 2026, investasi gabungan PMA dan PMDN Jawa Barat tercatat Rp91 triliun atau 17,2 persen nasional, lebih tinggi daripada DKI Jakarta yang mencapai Rp75,7 triliun.

  • Gubernur Dedi Mulyadi menekankan percepatan perizinan, konektivitas infrastruktur, pendampingan investor, serta pelatihan SDM agar investasi menciptakan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan daerah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Januari–September 2026

Realisasi PMA Jawa Barat mencapai Rp132 triliun, atau 17,9 persen dari total investasi asing nasional. Nilai ini melampaui DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Maluku Utara.

Triwulan III 2026

Realisasi investasi gabungan PMA dan PMDN di Jawa Barat mencapai Rp91 triliun, setara 17,2 persen dari total investasi nasional. Jawa Barat berada di atas DKI Jakarta yang mencatat Rp75,7 triliun.

Selasa (20/10/2026)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menekankan perlunya percepatan perizinan, pembangunan infrastruktur, dan pendampingan pemerintah daerah untuk mengatasi kendala investasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Realisasi Penanaman Modal Asing di Jawa Barat mencapai Rp132 triliun sepanjang Januari–September 2026, melampaui capaian DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Maluku Utara.
  • Who?
    Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terlibat dalam penyampaian data dan kebijakan pendukung investasi.
  • Where?
    Realisasi investasi tercatat di Provinsi Jawa Barat. Dedi Mulyadi menyampaikan keterangannya di Bandung.
  • When?
    Nilai PMA dihitung untuk periode Januari–September 2026. Data investasi gabungan PMA dan PMDN mencakup Triwulan III 2026. Dedi Mulyadi memberi keterangan pada Selasa, 20 Oktober 2026.
  • Why?
    Jawa Barat mendorong percepatan perizinan, kesiapan infrastruktur, dan pelatihan tenaga kerja agar investasi berjalan optimal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan daerah.
  • How?
    Pemerintah daerah berupaya mendampingi pengusaha menghadapi kendala melalui koordinasi dengan instansi dan kementerian, sambil memastikan konektivitas jalan tol, listrik, telekomunikasi, gas, air bersih, serta perizinan cepat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jawa Barat mendapat uang dari orang asing sebesar Rp132 triliun dari Januari sampai September 2026. Jumlahnya lebih besar dari Jakarta. Gubernur Dedi Mulyadi bilang jalan, listrik, air, dan izin harus baik agar usaha datang. Ia juga ingin banyak orang, terutama lulusan SMK, bisa mendapat kerja.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Capaian investasi asing Jawa Barat pada Januari–September 2026 mencerminkan daya tarik ekonomi daerah yang kuat, dengan porsi 17,9 persen dari total nasional. Sikap pemerintah daerah untuk mendampingi pengusaha, mempercepat perizinan, dan menyiapkan konektivitas memberi landasan yang selaras agar investasi dapat berjalan optimal sekaligus membuka ruang bagi penyerapan tenaga kerja, termasuk lulusan SMK.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) Provinsi Jawa Barat mencapai Rp132 triliun sepanjang Januari–September 2026. Raihan tersebut mengalahkan DKI Jakarta, Jawa Timur hingga Maluku Utara.

Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai PMA Jawa Barat mencapai 17,9 persen dari total investasi asing nasional pada periode tersebut.

Sementara itu, realisasi investasi gabungan Penanaman PMA dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Jawa Barat mencapai Rp91 triliun pada Triwulan III 2026, setara dengan 17,2 persen dari total investasi nasional.

1. KDM bantu perlancar investasi

Ilustrasi Infrastruktur (IDN Times/Arief Rahmat)

Angka tersebut menempatkan Jawa Barat di atas DKI Jakarta yang mencatatkan investasi Rp75,7 triliun pada periode yang sama. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM turut berkomentar mengenai pentingnya pembenahan faktor pendukung investasi, mulai dari percepatan perizinan hingga konektivitas infrastruktur.

KDM mengatakan, pemerintah daerah perlu terlibat langsung membantu pengusaha menyelesaikan kendala investasi, termasuk melalui koordinasi dengan kementerian terkait.

"Kalau ada kendala, saya tidak segan mendampingi para pengusaha untuk berkomunikasi dengan berbagai instansi, termasuk bertemu para menteri untuk membicarakan problem-problem yang ada," ujar KDM, Selasa (20/10/2026).

2. Infrastruktur harus lebih baik

Ilustrasi Infrastruktur (IDN Times/Arief Rahmat)

Menurut KDM, kesiapan infrastruktur dan kemudahan perizinan menjadi faktor penting untuk menarik investasi. Konektivitas jalan tol, listrik, telekomunikasi, jaringan gas, dan air bersih perlu dipastikan agar kegiatan usaha berjalan optimal.

"Investasi itu akan datang manakala jalan tolnya baik, listriknya terkoneksi, jaringan telekomunikasinya terkoneksi, jaringan pipa gasnya terkoneksi, jaringan air bersihnya terkoneksi. Perizinan harus cepat, infrastruktur harus dibangun dengan baik," kata dia.

3. Minta tenagakerja lokal diserap

Ilustrasi Infrastruktur (IDN Times/Arief Rahmat)

Lebih lanjut, KDM menilai investasi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan daerah. Dia juga meminta agar SDM mulai diberikan pelatihan tenaga kerja agar terserap, terutama lulusan SMK.

"Kalau kita berinvestasi Rp500 miliar, tetapi menghasilkan 100.000 tenaga kerja, pajak, perputaran ekonomi, infrastruktur, kemudian kembali lagi menjadi pendapatan daerah, itu jauh lebih bermanfaat," kata KDM.

Curated For You

Editorial Team

Related Article