Bandung, IDN Times — Pemerintah Kota Bandung mulai menggeser pendekatan penanganan sampah dari sekadar operasional harian ke arah kebijakan berbasis riset. Di tengah sorotan Kementerian Lingkungan Hidup terhadap operasional insinerator, Pemkot kini menggandeng lima perguruan tinggi ternama di Kota Bandung untuk mencari teknologi pengolahan sampah yang dinilai paling ramah lingkungan, aman, dan berkelanjutan.
Langkah ini muncul setelah 15 insinerator dihentikan operasionalnya karena diduga melampaui batas baku mutu emisi. Situasi tersebut tak hanya memicu audit teknis, tetapi juga membuka kembali perdebatan lama soal ketergantungan Kota Bandung pada teknologi yang belum sepenuhnya diterima publik.
