Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota Bandung meluncurkan program gerakan memilah sampah melalui keberadaan petugas pemilih dan pengolah sampah (Gaslah). Terdapat sedikitnya 1.596 petugas yang akan berkeliling setiap rukun warga (RW) di Bandung untuk mengingatkan dan membawa sampah organik yang telah dipilah masyarakat.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan peluncuran Gaslah dipercepat karena kondisi darurat pengelolaan sampah. Saat ini masih banyak masyarakat yang tidak mengolah sampah dan keberadaan para petugas ini diharap bisa menjadi jembatan pemkot agar warga bisa semakin rajin memilah sampah sebelum membuangnya ke tempat pembuangan sementara (TPS)
"Hari ini kita meluncurkan Gaslah. Waktunya memang dipercepat karena kita sedang mengalami krisis pengelolaan sampah. Setelah insinerator dilarang, kita merespons dengan meluncurkan Gaslah,” ujar Farhan saat peresmian program di Alun-alun Ujungberung, Senin (26/1/2026).
