Pemkot Bandung Siaga Influenza A, Warga Diminta Tak Abaikan Flu

- Pemkot Bandung meningkatkan kesiapsiagaan Influenza A meski belum ada lonjakan signifikan; sejumlah pasien telah ditangani dan diisolasi, sementara fatalitas dilaporkan terjadi di luar kota.
- Rumah sakit serta fasilitas kesehatan diminta mengaktifkan kewaspadaan karena gejala dapat meliputi demam tinggi, hilang pengecapan, dan batuk lama; warga disarankan mempertimbangkan vaksin influenza.
- Pemkot akan berkoordinasi dengan sekolah agar anak bergejala flu tidak dipaksakan masuk; warga diminta segera memeriksakan diri tanpa panik jika mengalami gejala berat atau berkepanjangan.
Bandung, IDN Times – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Influenza A yang belakangan ramai diperbincangkan masyarakat. Meski belum menemukan lonjakan kasus yang signifikan, Pemkot meminta rumah sakit dan fasilitas kesehatan bersiap menghadapi kemungkinan peningkatan kasus dalam beberapa waktu ke depan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan sejumlah pasien dengan gejala Influenza A sudah mendapatkan penanganan di rumah sakit. Bahkan, menurutnya, kasus dengan fatalitas telah ditemukan di luar Kota Bandung sehingga kewaspadaan perlu diperkuat sejak dini.
"Di Kota Bandung ini ada beberapa. Bahkan kalau melihat di rumah sakit beberapa memang sudah kita lakukan isolasi. Beberapa kasus ya, di luar Kota Bandung itu bahkan fatalitas itu sudah terjadi," kata Farhan.
Menurut dia, langkah yang dilakukan saat ini bukan karena Bandung berada dalam kondisi darurat, melainkan sebagai upaya antisipasi agar sistem kesehatan siap menghadapi perkembangan situasi. Farhan menilai masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan tanpa harus panik.
1. Rumah sakit diminta siaga, gejala disebut mirip COVID-19

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (IDN Times/Yogi Pasha) Farhan mengatakan seluruh fasilitas kesehatan diminta kembali mengaktifkan kewaspadaan seperti saat menghadapi pandemi COVID-19. Kesiapsiagaan itu diperlukan karena gejala Influenza A dinilai cukup mirip dengan COVID-19.
Ia menjelaskan, penderita umumnya mengalami demam tinggi selama beberapa hari, kehilangan kemampuan mengecap rasa, hingga batuk yang berlangsung cukup lama.
"Maka kami akan sangat waspada terhadap super flu ini bersama-sama dengan semua fasilitas kesehatan agar kembali menghidupkan kewaspadaan seperti kita menghadapi kewaspadaan Covid," ujarnya.
Meski demikian, Farhan menegaskan tingkat penularan Influenza A tidak sedahsyat COVID-19. Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang namun tidak mengabaikan gejala yang muncul.
Ia juga menyarankan warga mempertimbangkan vaksin influenza sebagai salah satu langkah perlindungan diri.
2. Anak yang mengalami gejala flu diminta tidak dipaksakan sekolah

Ilustrasi anak sakit flu (freepik.com/freepik) Selain sektor kesehatan, Pemkot Bandung juga mulai menyiapkan langkah antisipasi di lingkungan pendidikan.
Farhan mengaku akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Bandung untuk mengingatkan sekolah dan orang tua agar tidak memaksakan anak yang sedang mengalami gejala flu tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Menurutnya, pengalaman selama pandemi menunjukkan penyebaran penyakit pernapasan sering terjadi ketika banyak orang berkumpul dalam satu ruangan.
"Saya baru mau rapat sama Disdik. Saya akan menyampaikan pada prinsipnya gini, kalau anak terlihat mulai mengalami gejala flu, jangan dipaksakan ke sekolah," katanya.
Ia menjelaskan, langkah tersebut bukan berarti Pemkot akan menerapkan kembali kebijakan belajar dari rumah secara massal. Saat ini pemerintah masih fokus pada pencegahan dan deteksi dini terhadap gejala yang muncul.
"Karena biasanya penyebaran seperti kita belajar dari masalah Covid, terjadi ketika ada kumpul," ujarnya.
3. Belum ada lonjakan kasus, tapi warga diminta tetap waspada

ilustrasi UGD di rumah sakit (vecteezy.com/Michael Külbel) Di tengah ramainya pembahasan mengenai "super flu" di media sosial, Farhan menyebut laporan yang diterima pemerintah belum menunjukkan peningkatan kasus yang signifikan.
Menurutnya, meningkatnya kekhawatiran masyarakat merupakan hal yang wajar. Namun ia meminta warga tidak langsung panik dan tetap mengedepankan pemeriksaan medis apabila mengalami gejala yang mengarah pada Influenza A.
"Bagus kewaspadaan. Tapi saya akan memastikan bahwa tidak ada satupun fasilitas kesehatan yang menolak pasien. Terima dulu, tangani, baru tanyakan tentang soal BPJS-nya," katanya.
Farhan meminta warga segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami demam tinggi berkepanjangan, batuk berat, atau gejala lain yang menyerupai Influenza A. Dengan deteksi dan penanganan lebih awal, risiko penyebaran maupun komplikasi penyakit dapat ditekan.
Bagi orang tua, ia juga mengingatkan agar tidak menganggap remeh gejala flu pada anak. Menurutnya, langkah sederhana seperti beristirahat di rumah dan memeriksakan kondisi kesehatan sejak awal dapat membantu mencegah penularan yang lebih luas.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















