Pemerintah Kecamatan Tallo menggalakkan penertiban tempat usaha yang menempati fasilitas umum trotoar. (Dok. Humas Pemkot Makassar)
Selain kebersihan, Farhan menegaskan pembenahan infrastruktur juga berjalan paralel. Ia menyebut perbaikan dilakukan secara bertahap dengan skala prioritas yang jelas.
Perbaikan dimulai dari jalan, kemudian dilanjutkan ke trotoar, hingga penataan galian utilitas agar lebih aman dan tertata. “Dimulai dari jalan terlebih dahulu. Setelah itu trotoar diperbaiki. Galian utilitas juga akan dipastikan aman sebagai acuan penataan,”
Lebih jauh, Farhan menekankan bahwa ukuran keberhasilan pembangunan kota tidak hanya dilihat dari kelancaran kendaraan bermotor. Ia justru menyoroti pentingnya kenyamanan bagi pejalan kaki dan pesepeda.
“Kalau pejalan kaki dan pesepeda sudah aman, itu pencapaian tertinggi,”
Farhan juga memastikan hubungan kerja antara Pemkot Bandung dan Pemprov Jawa Barat berjalan baik. Ia menilai perbedaan gaya komunikasi bukanlah persoalan selama tujuan pembangunan tetap sejalan.
Menurutnya, kolaborasi lintas pemerintahan justru menjadi kunci percepatan pembenahan kota, terutama dalam menjawab persoalan yang membutuhkan dukungan sumber daya lebih besar.
“Yang terpenting, kita bisa terus bekerja sama,”
Dengan tambahan personel, evaluasi lapangan yang lebih masif, serta pembenahan infrastruktur bertahap, Farhan optimistis wajah Bandung akan semakin tertata. Namun, ia menegaskan seluruh upaya ini harus berjalan konsisten agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat.