Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus memperkuat pengelolaan sampah berbasis lingkungan dengan mengoptimalkan peran Gaslah, yakni petugas pemilah dan pengolah sampah di tingkat masyarakat.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq mengatakan, pemerintah daerah tengah meningkatkan kapasitas pengolahan sampah hingga 450 ton per hari sesuai arahan Wali Kota Bandung.
“Gaslah ini tingkat kinerjanya sudah sangat baik. Kita bisa lihat dari dashboard, bahkan target sering terlampaui,” ujar Salman melalui siaran pers, Jumat (1/5/2026).
Ia menjelaskan, dalam program Gaslah, setiap individu ditargetkan mampu mengelola sekitar 2,5 kilogram sampah per hari, dengan total kumulatif mencapai sekitar 40 ton. Capaian tersebut kerap melebihi target yang ditetapkan.
Namun demikian, Salman menyebut, tantangan utama saat ini bukan pada pengumpulan sampah organik, melainkan pada proses pengolahan lanjutan setelah sampah tersebut terkumpul dari masyarakat.
“Yang harus kita pastikan sekarang adalah pengolahan pasca pengumpulan. Artinya, fasilitas di lapangan seperti komposter, bata terawang, hingga rumah maggot harus aktif kembali,” paparnya.
