Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemkot Bandung Gerak Cepat Kelola Sampah Jelang Penutupan Open Dumping
Pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti. dok Pemkot Bandung
  • Pemerintah menargetkan penghentian praktik open dumping tahun ini dan mengalihkan seluruh TPA ke sistem sanitary landfill atau penutupan permanen hingga Juli 2026.
  • Pemkot Bandung menyiapkan anggaran Rp348 miliar untuk pengelolaan sampah tahun 2026, mencakup operasional petugas, pengangkutan, serta fasilitas TPS 3R dan TPST.
  • Sebanyak 1.596 petugas Gaslah disiapkan di setiap RW dengan anggaran sekitar Rp23–24 miliar guna memperkuat pengelolaan sampah mandiri dan ramah lingkungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Pemerintah menargetkan seluruh praktik open dumping (pembuangan sampah terbuka) dihentikan paling lambat tahun ini. Sebanyak 472 TPA ditargetkan selesai ditangani mulai akhir Juli 2026. Kebijakan ini mencakup penegakan hukum pidana bagi pengelola yang melanggar dan peralihan ke sistem sanitary landfill atau penutupan permanen.

Di Kota Bandung, Wali Kota Muhammad Farhan memastikan bahwa upaya untuk mengatasi sampah secara mandiri terus dilakukan dengan berbagai program. Untuk tiga bulan ke depan Pemkot menargetkan ada 300 ton sampah per hari yang bisa diolah sendiri.

"Saat ini produksi sampah mencapai sekitar 1.800 ton per hari, sementara yang mampu diolah baru sekitar 300 ton, dan 1.000 ton dibuang ke TPA Sarimukti. Artinya masih ada sekitar 500 ton yang harus diatasi," kata dia, Selasa (21/4/2026).

1. Optimalkan lahan pemerintah

Pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti. dok Pemkot Bandung

Saat ini, Pemkot telah menyiapkan 36 lahan milik pemerintah daerah untuk dijadikan tempat pengolahan sampah organik maupun non-organik. Di sisi lain, Pemkot Bandung juga tengah menjajaki pembangunan teknologi Waste to Energy (WTE), meskipun investasi dan persyaratannya sangat besar termasuk kebutuhan lahan minimal tujuh hektare dan ketersediaan sumber air.

"Sebagai langkah awal, kami menyiapkan lahan sekitar 5.000 meter persegi untuk fasilitas pemilahan sampah sebelum masuk ke sistem WTE," paparnya.

2. Anggarkan ratusan miliar untuk atasi sampah

Pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti. dok Pemkot BandungPengangkutan sampah ke TPA Sarimukti. dok Pemkot Bandung

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan anggaran sebesar Rp348 miliar untuk pengelolaan persampahan pada tahun 2026. Anggaran ini menjadi bagian dari upaya serius Pemkot Bandung dalam menghadapi tantangan sampah perkotaan sekaligus meningkatkan kinerja pengurangan dan pengolahan sampah.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Salman Faruq mengatakan, dari total Rp348 miliar, anggaran tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan utama pengelolaan sampah.

“Anggaran ini mencakup gaji petugas kebersihan, penyapu jalan, sopir, kru lapangan, pembayaran tipping fee ke TPA Sarimukti, biaya pengangkutan, BBM, serta operasional TPS 3R dan TPST,” kata Salman beberapa waktu lalu.

3. 1.500 petugas Gaslah disiapkan

Peresmian petugas pemilah dan pengolah sampah (GASLAH) di Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Selain itu, DLH Kota Bandung juga mengalokasikan anggaran sebagai stimulus sarana dan prasarana pengelolaan sampah di kewilayahan, seperti tempat sampah terpilah dan gerobak sampah.

"Harapannya, ini bisa mendorong warga untuk mengelola sampah secara mandiri dan lebih ramah lingkungan,” kata Salman.

Pemkot Bandung juga menyiapkan anggaran khusus untuk Program Gaslah (Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah). Program ini melibatkan 1.596 petugas Gaslah yang bertugas di setiap RW dan menerima honor bulanan.

“Total anggaran Gaslah sekitar Rp23 - 24 miliar. Petugas akan kami pantau dan awasi kinerjanya, serta secara bertahap dilengkapi sarana pendukung,” ujarnya.

Editorial Team