Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemkot Bandung Genjot Penambahan Kelas Baru demi KBM Hanya Dua Shift
Ilustrasi siswa sekolah dasar, Dok. Diskominfo Bandung
  • Pemkot Bandung menyiapkan pelaksanaan SPMB 2026 dengan fokus pada penghapusan sistem tiga shift dan penerapan dua shift di sekolah negeri.
  • Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp125 miliar untuk membangun ruang kelas baru serta menambah SMP negeri di enam kecamatan yang masih minim fasilitas.
  • Wali Kota Bandung mengimbau warga agar menyebar pilihan sekolah demi pemerataan siswa, sambil memastikan daya tampung tetap mencukupi kebutuhan pendidikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota Bandung menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026. Salah satu fokus utama adalah penambahan ruang kelas baru seiring kebijakan penghapusan sistem tiga shift di sekolah.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, pendaftaran SPMB sudah mulai dibuka dan akan berlangsung hingga masa pengumuman sebelum tahun ajaran baru dimulai.

"SPMB hari ini dibuka pendaftarannya akan ditutup nanti akan diumumkan nanti tanggal mulai belajar tanggal 13 Juli selama kurang lebih 2 bulan ini, 2 bulan lebih malah," kata dia, Senin (4/5/2026).

Ia menegaskan, sistem yang digunakan tetap mengacu pada kebijakan pemerintah pusat.

"Kita akan melakukan sistem yang sudah sesuai atau mengikuti apa yang ditetapkan oleh pemerintah pusat ya, Kemendiknas," paparnya.

1. Jangan belajar terlalu sore

Ilustrasi siswa sekolah dasar, Dok. Diskominfo Bandung

Dalam pelaksanaan SPMB tahun ini, Pemkot Bandung memastikan sekolah negeri hanya boleh menerapkan dua shift pembelajaran.

"Salah satunya adalah shift. Iya, hanya dua shift. Hanya dua shift setiap ee sekolah. SD, SD, SMP Negeri itu, sebelumnya kan ada tiga, sekarang tidak boleh tiga jadi hanya dua shift saja."

Kebijakan ini berdampak pada kebutuhan ruang kelas baru yang harus segera dipenuhi. Pemerintah pun mulai menggenjot pembangunan infrastruktur pendidikan.

"Jadi kita ada kewajiban untuk eeh menciptakan atau membangun ruang kelas baru dalam rangka untuk memenuhi pola pembelajaran yang di dua sip itu," ungkap Farhan.

2. Anggaran Rp125 miliar untuk infrastruktur sekolah

Kegiatan siswa sekolah di Kota Bandung. Dok Diskomifo

Untuk mendukung penambahan ruang kelas, Pemkot Bandung mengalokasikan anggaran besar pada tahun ini mencapai sekitar Rp125 miliar. Pembangunan pun disebut sudah mulai berjalan, termasuk pembangunan sekolah baru di beberapa titik.

"SD Bojongloa dan SMP 75 itu sekolah baru. Bangun sekarang. Sedang dalam rangka pembangunan."

Selain itu, pemerintah juga berencana menambah jumlah SMP negeri di enam kecamatan yang saat ini masih minim fasilitas pendidikan.

"Ya, jadi pada prinsipnya ada beberapa hal di antaranya adalah untuk menambah jumlah SMP Negeri di 6 kecamatan. 6 kecamatan ini baru punya satu SMP Negeri," ungkapnya.

3. Warga diminta sebar pilihan sekolah

Kegiatan siswa sekolah di Kota Bandung. Dok Diskomifo

Meski ada perubahan sistem, Farhan memastikan daya tampung siswa tetap mencukupi kebutuhan. Namun, ia mengimbau masyarakat tidak menumpuk pilihan hanya di sekolah tertentu agar distribusi siswa lebih merata.

"Tinggal bagaimana masyarakat bisa menempatkan tidak hanya sekolah di satu di satu tujuan misalnya beberapa sekolah tapi menyebar di beberapa sekolah," ungkap Farhan.

Dengan berbagai persiapan ini, Pemkot Bandung optimistis pelaksanaan SPMB 2026 dapat berjalan lancar sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran melalui sistem dua shift dan dukungan infrastruktur yang lebih memadai.

Editorial Team