Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemerintah Rilis Platform Resmi untuk Literasi Digital dan AI (Dok. IDN Times)
Pemerintah Rilis Platform Resmi untuk Literasi Digital dan AI (Dok. IDN Times)

Intinya sih...

  • Kolaborasi pemerintah dan industri perkuat literasi AI

  • Materi microlearning dan fitur cek kesehatan digital

  • Dorong pemanfaatan luas bagi keluarga dan ekosistem pendidikan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Transformasi digital yang kian cepat mendorong kebutuhan literasi kecerdasan artifisial (AI) yang tidak hanya teknis, tetapi juga etis. Di tengah tingginya tingkat adopsi teknologi oleh generasi muda, ruang belajar yang mudah diakses publik menjadi semakin relevan.

Kolaborasi antara Dicoding dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan melahirkan platform pembelajaran daring “Bijak Cerdas Berdigital dan Ber-AI”. Inisiatif ini menyasar masyarakat luas, terutama anak, guru, dan orangtua. Platform ini dapat diakses melalui laman https://bijakcerdas.dicoding.com/.

Peluncuran platform tersebut bertepatan dengan momentum Hari Keamanan Berinternet 2026, di mana sekaligus menegaskan pentingnya penguatan literasi digital di tengah meningkatnya penggunaan AI di Indonesia. Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia menunjukkan Gen Z dan milenial menjadi kelompok pengguna terbesar teknologi digital.

Platform ini dirancang sebagai ruang belajar terbuka berbasis microlearning yang dapat diakses gratis, sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia unggul yang adaptif terhadap disrupsi teknologi.

1. Kolaborasi pemerintah dan industri perkuat literasi AI

Ilustrasi AI (dok. Unsplash/Solen Feyissa)

Pengembangan platform Bijak Cerdas menjadi contoh sinergi antara pemerintah dan industri dalam memperkuat kualitas SDM digital. Di lingkungan Kemenko PMK, program ini melibatkan lintas deputi serta Gugus Tugas Pembangunan Talenta Kecerdasan Buatan Nasional.

Kolaborasi juga diperluas dengan dukungan Day of AI Indonesia dan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi dalam penyusunan dan peninjauan materi pembelajaran.

Menteri Koordinator PMK, Pratikno, menegaskan pentingnya pemanfaatan AI secara bijak. Lewat siaran pers yang diterima IDN Times, ia mengatakan jika “penggunaan AI itu penting. Tetapi, kalau tidak bijak dan tidak cerdas, justru bisa banyak efek negatifnya.”

“Untuk itu, menggandeng Dicoding sebagai perusahaan edukasi teknologi yang sudah berpengalaman, kami di Kemenko PMK meluncurkan platform Bijak Cerdas ini agar anak-anak, remaja, dan orang tua bisa cerdas berdigital dan ber-AI,” ujarnya, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Rabu (18/2/2026). 

2. Materi microlearning dan fitur cek kesehatan digital

Ilustrasi mikrobioma yang banyak memengaruhi kesehatan tubuh kita (freepik.com/kjpargeter)

Sebagai massive open online course (MOOC), platform ini menghadirkan materi dalam format video, kuis, dan refleksi yang dirancang ringan dan mudah dipahami. Pengguna juga dapat menyimpan progres belajar dan memperoleh badge sebagai bentuk apresiasi capaian.

Salah satu fitur yang dihadirkan adalah Cek Kesehatan Digital untuk mengukur kebiasaan dan tingkat pemahaman pengguna terkait kecakapan, keamanan, serta etika digital.

Chief Executive Officer Dicoding, Narenda Wicaksono, mengatakan kehadiran ruang belajar ini melanjutkan misi pengembangan talenta digital yang telah dijalankan sejak 2015. Platform tersebut diharapkan membantu masyarakat menavigasi dunia digital dan AI secara aman, etis, dan bertanggung jawab.

3. Dorong pemanfaatan luas bagi keluarga dan ekosistem pendidikan

ilustrasi pria yang fokus pada pendidikan (unsplash.com/Van Tay Media)

Program ini tidak berhenti pada peluncuran platform, tetapi akan diikuti sosialisasi ke berbagai lini pendidikan dan keluarga. Langkah ini bertujuan agar akses literasi digital tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi menjangkau masyarakat secara merata.

Fokus pada anak, guru, dan orangtua menunjukkan pendekatan berbasis keluarga dalam membangun budaya digital yang sehat. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi tidak hanya produktif, tetapi juga aman.

Ke depan, ruang belajar ini diharapkan menjadi fondasi penguatan karakter digital masyarakat sekaligus mempercepat kesiapan Indonesia menghadapi era AI. Upaya bersama antara pemerintah, industri, dan komunitas menjadi kunci agar transformasi digital berjalan inklusif dan berkelanjutan.

Editorial Team