Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi macan tutul
ilustrasi macan tutul (pexels.com/Diego Madrigal)

Intinya sih...

  • Kepolisian Daerah Jawa Barat menangkap lima pemburu liar di Pegunungan Sanggabuana, Karawang.

  • Video macan tutul pincang viral di media sosial, Kapolda Jabar menegaskan penanganan kasus ini sesuai dengan Undang-undang Lingkungan Hidup.

  • Gubernur Jawa Barat mendesak aparat penegak hukum bertindak cepat dan tegas terhadap praktik perburuan di kawasan Gunung Sanggabuana.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat menangkap lima orang yang diduga merupakan pemburu liar di kawasan hutan Pegunungan Sanggabuana, Kabupaten Karawang. Kelima orang ini ditangkap setelah video seekor macan tutul pincang karena terluka viral di media sosial.

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan menerangkan, mereka adalah orang yang terekam dalam kamera trap di lokasi pemburuan. Polisi kemudian melakukan rangkaian penyelidikan hingga akhirnya tertangkap lima orang tersebut.

"Yang kita dapat informasinya, terus kita langsung melakukan penyelidikan-penyelidikan. Tadi malam sudah kita amankan lima orang ya, yang ada dalam gambar tersebut dan kita proses," kata Rudi saat diwawancarai di Gedung Pakuan, Bandung, Selasa (27/1/2026).

1. Dikenakan UU Lingkungan Hidup

ilustrasi macan tutul (pexels.com/Pixabay)

Menurutnya, kelestarian ekosistem yang dilindungi harus dilakukan dengan baik karena hal ini pun terdapat aturan Undang-undangnya. Sehingga, kasus pemburuan ini dipastikan akan diselesaikan dengan tuntas oleh Polda Jabar.

"Yang penting adalah ke depannya bagaimana ini tetap terlestari, terjaga dan tidak ada lagi yang mengganggu ekosistem hutan, itu yang kita upayakan," ungkapnya.

Terhadap lima orang terduga pelaku ini, Polda Jabar mengenakan ancaman pidana sesuai dengan Undang-undang Lingkungan Hidup.

"Kami kenakan undang-undang lingkungan hidup dan sebagainya," kata dia.

2. Gubernur memberi atensi terhadap kasus ini

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Sebelumnya, seekor macan tutul jawa (Panthera pardus melas) terekam berjalan pincang di belantara Pegunungan Sanggabuana, Karawang dan videonya viral di media sosial. Rekaman tersebut berasal dari kamera trap yang dipasang tim Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) di kawasan timur lereng Gunung Sanggabuana.

Sementara, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendesak aparat penegak hukum bertindak cepat dan tegas menyusul kasus penembakan macan tutul di kawasan Gunung Sanggabuana, Kabupaten Karawang.

"Kan sudah ada tayangan videonya. Nah tayangan videonya nanti akan saya sampaikan ke Pak Kapolda. Saya yakin Pak Kapolda Jabar itu cukup waktu 1x24 jam itu selesai," ujar Dedi saat ditemui di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (23/1/2026) malam.

3. Minta kasus seperti ini segera ditindaklanjuti

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Menurut Dedi, praktik perburuan di kawasan Gunung Sanggabuana bukan kejadian baru. Ia menduga hal tersebut sudah berlangsung lama membuat kawasan konservasi rentan dimasuki pemburu.

"Problema kami dari dulu itu satu; pembiaran. Saya harapkan seluruh jajaran aparat di Sanggabuana melakukan tindakan-tindakan yang tegas terhadap siapa pun yang masuk untuk berburu," katanya.

Dedi juga menyoroti peran Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang dinilai perlu memperkuat langkah penindakan di lapangan.

Walaupun ia mengakui adanya keterbatasan jumlah personel, dan kondisi polisi hutan yang menjadi kendala utama dalam pengawasan kawasan konservasi.

"Jujur saja, saya tahu lapangan. Rata-rata memang tidak bertindak tegas. Polisi hutannya sudah tua-tua, tidak bersenjata lagi," ujar Dedi.

Editorial Team