Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pembangunan Exit Tol ke Summarecon Ditarget Rampung Bulan Ini
Dok. Humas Pemkot Bandung

Bandung, IDN Times - Pemerintah Kota Bandung saat ini telah berupaya menyelesaikan pengerjaan exit tol sementara di KM 149 di Gedebage, yang diperkirakan akan selesai pada Desember 2024. Exit tol ini akan berfungsi sebagai solusi sementara untuk mengatasi kemacetan, sambil menunggu penyelesaian exit tol Km 149 permanen yang diperkirakan baru bisa digunakan pada tahun 2025.

Penjabat Wali Kota Bandung, A. Koswara menyampaiakan pembangunan exit tol sementara di KM 149 ini menjadi langkah penting dalam memaksimalkan infrastruktur yang ada.

"Exit tol ini dinamakan KM149 sementara, bukan 148, karena perbedaan jarak lokasi. Ini adalah upaya kami untuk memberikan solusi bagi masyarakat, sembari menunggu perbaikan exit tol km 149 permanen," paparnya melalui siaran pers dikutip, Rabu (2/10/2024).

1. Akses yang permanen selesai sebelum Lebaran 2025

Dok. Humas Pemkot Bandung

Exit tol permanen diproyeksikan akan selesai pada akhir Desember 2024. Setelah itu, rencananya akan dilakukan uji coba sebelum resmi digunakan pada tahun 2025.

Pembangunan exit tol sementara ini merupakan kolaborasi antara KCIC, Jasa Marga, dan Summarecon, sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).

"Exit tol km 148 sementara diharapkan dapat selesai pertengahan Oktober 2024," kata dia.

Namun, menurut pihak kontraktor, ada kendala yang menyebabkan target penyelesaian mundur hingga akhir Oktober, tergantung pada proses perizinan dari pemerintah pusat. Tim di lapangan telah menyatakan kesiapan untuk mempercepat pengerjaan, sehingga exit tol sementara ini dapat dimanfaatkan saat musim Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Untuk exit tol permanen, kami berharap bisa siap digunakan menjelang Lebaran 2025," tambahnya.

Pembangunan ini diharapkan dapat memberikan akses yang lebih lancar dan mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di jalur tersebut.

2. Siapkan juga rencana pembangunan tol dalam kota

Pembangunan proyek jalan tol Yogyakarta-Bawen. (Dok. PT JJB)

Selain pembukaan Exit Tol 149, Pemkot Bandung juga mendukung penuh pembangunan Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR), yang telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). BIUTR sepanjang 27,3 kilometer ini akan menghubungkan Tol Pasteur hingga Cileunyi, melewati sejumlah kawasan padat seperti Jalan PHH Mustofa dan Jalan A.H. Nasution.

“Proyek BIUTR akan membawa dampak besar bagi Kota Bandung, terutama dalam mengatasi kemacetan dan memperbaiki aksesibilitas antar daerah. Kami berkomitmen untuk terus mengawal proyek ini hingga selesai, sehingga dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” ujar Koswara.

dalam Proyek Prioritas Pemerintah Kota Bandung di tengah masa jabatannya yang hanya lima bulan, Koswara akan berfokus pada penyelesaian sejumlah proyek infrastruktur prioritas.

Selain Exit Tol KM 149 Gedebage dan BIUTR, Pemkot Bandung juga mendukung pengaktifan kembali Flyover Ciroyom, yang merupakan bagian dari PSN Kementerian Perhubungan.

Di samping itu, ada juga persiapan pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya yang akan dimulai pada 2025 juga menjadi perhatian utama.

3. Warga Bandung Timur harus dapat kemudahan akses transportasi

Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (hutamakarya.com)

Koswara mengatakan, inisiatif-inisiatif infrastruktur ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Bandung. Pembukaan Exit Tol KM 149 Gedebage dan proyek BIUTR diharapkan dapat mempercepat akses transportasi, meningkatkan konektivitas antar wilayah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

“Semua proyek ini adalah bagian dari visi jangka panjang kami untuk menjadikan Bandung sebagai kota modern dan layak huni. Saya berharap, dengan kerja sama lintas instansi yang kuat, kita bisa mewujudkan kota yang lebih baik bagi semua,” ujar Koswara.

Dengan semangat yang tinggi dari Pemkot Bandung dan dukungan dari berbagai pihak, masyarakat berharap transformasi besar akan segera terwujud, terutama di wilayah Bandung Timur.

Editorial Team