Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pelajar di Karawang Dibunuh Teman Dekat, Motor Korban Dijual Rp4 Juta
ilustrasi pembunuhan (IDN Times/Nathan Manaloe)
  • Polres Karawang mengungkap kasus pembunuhan pelajar AF (15) asal Batujaya yang jasadnya ditemukan di bantaran Sungai Citarum dengan luka di leher.
  • Pelaku FS (17), teman satu sekolah korban, membunuh AF karena motif ekonomi untuk menguasai motor korban yang kemudian dijual seharga Rp4,2 juta.
  • FS ditangkap tim Resmob Polres Karawang bersama barang bukti lengkap dan dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
10 Mei 2026

AF menjemput FS untuk membeli jaket hoodie. Setelah dua toko tutup, FS mengajak AF ke bantaran Sungai Citarum sekitar pukul 14.30 WIB dan membunuhnya dengan pisau dapur.

11 Mei 2026

Jasad AF ditemukan di bantaran Sungai Citarum dengan luka di leher setelah sebelumnya pamit menonton pertandingan Persib vs Persija.

13 Mei 2026

Polisi menangkap pelaku FS pada pukul 06.30 WIB di Dusun Krajan, Desa Batujaya. Barang bukti seperti HP korban dan pakaian diamankan.

14 Mei 2026

Kapolres Karawang AKBP Fiki N Ardiansyah menjelaskan motif pembunuhan adalah faktor ekonomi karena pelaku ingin menguasai motor korban yang kemudian dijual seharga Rp4,2 juta.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Seorang pelajar bernama AF ditemukan tewas di bantaran Sungai Citarum, Karawang. Polisi memastikan korban dibunuh oleh temannya sendiri yang kemudian menjual motor korban seharga sekitar Rp4 juta.
  • Who?
    Korban adalah AF (15 tahun), pelajar SMKN 1 Batujaya. Pelaku berinisial FS (17 tahun), lulusan sekolah yang sama. Polisi juga menyebut nama YS dan ES terlibat dalam penjualan motor korban.
  • Where?
    Kejadian terjadi di bantaran Sungai Citarum, Desa Telukbango, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang. Penangkapan pelaku dilakukan di Dusun Krajan, Desa Batujaya.
  • When?
    Pembunuhan terjadi pada Minggu siang, 10 Mei 2026. Jasad korban ditemukan keesokan harinya, dan pelaku ditangkap pada Rabu pagi, 13 Mei 2026.
  • Why?
    Motif utama pembunuhan diduga karena faktor ekonomi. Pelaku ingin menguasai sepeda motor milik korban karena kendaraan miliknya sedang rusak.
  • How?
    Pelaku mengajak korban ke tepi sungai dengan alasan membeli jaket, lalu menyerangnya menggunakan pisau dapur hingga tewas. Setelah itu motor dan ponsel korban dijual melalui perantara lain.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada anak sekolah di Karawang namanya AF, dia pergi nonton bola tapi tidak pulang. Ternyata dia dibunuh sama temannya sendiri yang namanya FS. FS mau ambil motor AF karena motornya rusak. Setelah itu motornya dijual empat juta lebih. Polisi sudah tangkap FS dan sekarang masih cari orang lain yang bantu jual motor itu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun kasus ini tragis, sisi positif dapat terlihat dari cepat dan tegasnya tindakan aparat kepolisian Karawang dalam mengungkap pelaku serta motif kejahatan. Penangkapan dilakukan hanya dua hari setelah kejadian, menunjukkan efektivitas kerja tim Satgas PPA dan Resmob. Langkah ini mencerminkan komitmen penegak hukum menjaga rasa aman masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Polres Karawang turut mengungkap penyebab kematian pelajar asal Desa Telukbango, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, AF (15 tahun) yang jasadnya ditemukan di bantaran sungai Citarum dengan luka di lehernya usai pamit untuk nonton Persib Vs Persija, Senin (11/5/2026).

Polisi memastikan, AF merupakan korban pembunuhan. Dia dianiaya hingga tewas oleh temannya berinisial FS (17 tahun) yang ditangkap Rabu (13/5/2026) kemarin.

Kapolres Karawang AKBP Fiki N Ardiansyah mengatakan, korban AF merupakan pelajar sedangkan pelaku FA (17 tahun) berstatus baru lulus dan belum bekerja. Koban dan pelaku saling mengenal karena satu sekolah yaitu SMKN 1 Batujaya.

"Pelaku ini kelas 3 SMK di Batujaya sudah lulus, sementara korban masih kelas satu. Motif utamanya adalah faktor ekonomi, pelaku ingin menguasai motor korban karena motornya rusak," ucap Fikri, dikutip Kamis (14/5/2026).

1. Pelaku menjual motor korban

Ilustrasi pembunuhan (IDN Times/Mia Amalia)

Dia menuturkan, korban saat itu hendak menjemput pelaku pada Minggu (10/5/2026) siang untuk diantar membeli jaket hoodie. Keduanya mendatangi dua toko yang ternyata tutup dan selanjutnya pelaku mengajak korban ke bantaran Sungai Citarum sekitar pukul 14.30 WIB.

Tiba di lokasi, pelaku kemudian memiting atau menarik leher korban, dan mengeluarkan pisau dapur yang telah disiapkan sebelumnya. Pelaku menyayat leher korban, kemudian menusuk dada kanan, dada kiri, dan belakang pinggang sebelah kanan.

Setelah membunuh korban, Fikri mengatakan pelaku membawa sepeda motor korban beserta handphone di dalamnya kepada YS untuk dijual.

"Pelaku bersama YS melepas plat nomor motor, lalu motor diantarkan ke saudara ES yang masih DPO dan akhirnya dijual kepada saudara S seharga Rp4.200.000," kata dia.

2. Sejumlah barang bukti turut diamankan kepolisian

Ilustrasi pembunuhan (IDN Times)

Pelaku baru kembali ke rumahnya pada hari Senin dini hari pukul 00.30 WIB. Penangkapan pelaku dilakukan oleh tim Satgas PPA dan tim Resmob Polres Karawang pada Rabu, (13/5/2026) pukul 06.30 WIB di Dusun Krajan RT 01 RW 01, Desa Batujaya.

"Sejumlah barang bukti yang diamankan antara lain satu unit HP Infinix Smart 5 milik korban, satu baju biru, celana jeans hitam, sabuk, sepatu, celana boxer hitam, dan satu dompet," ujar Fikri.

3. Polisi buru penadah motor korban

Ilustrasi pembunuhan (IDN Times)

Pelaku dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun.

"Polres Karawang masih terus mendalami kasus ini, termasuk mencari keberadaan saudara ES yang diduga turut serta dalam penjualan motor korban," kata Fikri.

Editorial Team