Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Graha Pos Indonesia Bandung_New.png
IDN Times/Humas Pos Indonesia

Intinya sih...

  • Tren raket bukan sekadar FOMOSejak 2025, turnamen komunitas rutin digelar, membentuk ekosistem penggemar yang semakin solid. Olahraga kini bukan hanya soal kompetisi, melainkan sarana membangun jejaring sosial dan menjaga keseimbangan fisik-mental.

  • Aktivasi aset strategis di jantung kotaTransformasi ruang di Graha Pos sebagai langkah konkret mengoptimalkan aset bernilai tinggi di pusat kota. Kehadiran Tennis & Padel Matic di Graha Pos Indonesia adalah bagian dari upaya menghadirkan ruang yang produktif dan relevan.

  • Buka peluang kolaborasi nasionalPos Properti Indonesia membuka peluang kolaborasi pemanfaatan lebih dari 2.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times – Tren olahraga raket di Kota Bandung menunjukkan lonjakan signifikan dalam dua tahun terakhir. Bukan hanya tenis, padel pun kian menjamur dengan hadirnya sedikitnya sembilan lapangan aktif yang tersebar dari pusat kota hingga wilayah penyangga Bandung Raya.

Di tengah tren itu, pendekatan berbeda justru muncul dari kawasan heritage pusat kota. Pos Properti Indonesia menghidupkan kembali aset strategisnya dengan menghadirkan konsep Tennis dan Padel Matic di Graha Pos Indonesia Bandung. Arena ini dijadwalkan mulai beroperasi pada April mendatang.

Langkah tersebut bukan sekadar membuka fasilitas olahraga baru, melainkan bagian dari strategi aktivasi ruang kota yang lebih produktif dan berbasis komunitas.

1. Tren raket bukan sekadar FOMO

ilustrasi padel (unsplash.com/Gabriel Martin)

Meningkatnya minat pada padel dan tenis dinilai bukan tren musiman. Sejak 2025, turnamen komunitas mulai rutin digelar, membentuk ekosistem penggemar yang semakin solid.

Olahraga kini bukan hanya soal kompetisi, melainkan sarana membangun jejaring sosial dan menjaga keseimbangan fisik-mental. Dengan karakter Bandung sebagai kota kreatif dan kota pelajar, format olahraga berbasis interaksi sosial dinilai punya ruang tumbuh besar.

Konsep “matic” sendiri menawarkan pendekatan lebih santai dan inklusif. Tanpa tekanan performa dan tanpa perlu latar belakang atlet, pemain cukup datang dan menikmati permainan.

2. Aktivasi aset strategis di jantung kota

Ilustrasi padel yang meningkatkan kesehatan jantung dan paru (unsplash.com/Jon Matthews)

Chief Commercial Officer Pos Properti Indonesia, Aldhita Prayudhiputra, menyebut transformasi ruang di Graha Pos sebagai langkah konkret mengoptimalkan aset bernilai tinggi di pusat kota.

“Kami berkomitmen untuk mengoptimalkan aset properti agar tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga nilai sosial. Kehadiran Tennis & Padel Matic di Graha Pos Indonesia adalah bagian dari upaya menghadirkan ruang yang produktif dan relevan,” ujarnya.

Lokasi Graha Pos yang dikelilingi kawasan perkantoran, pusat bisnis, dan area heritage dinilai strategis. Akses mudah memungkinkan pekerja kantoran berolahraga selepas jam kerja maupun komunitas memanfaatkan ruang di akhir pekan.

3. Buka peluang kolaborasi nasional

ilustrasi raket dan bola padel (unsplash.com/

Tak hanya di Bandung, Pos Properti Indonesia juga membuka peluang kolaborasi pemanfaatan lebih dari 2.900 aset strategis yang tersebar di berbagai daerah.

Ruang-ruang tersebut dapat diaktivasi untuk olahraga, komunitas kreatif, hingga event bisnis. Skema ini dinilai sebagai model baru pengelolaan aset BUMN yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat urban.

Dengan hadirnya Tennis & Padel Matic pada April mendatang, warga Bandung akan memiliki opsi ruang aktivitas baru di pusat kota. Konsep permainan yang lebih terbuka dan energik diharapkan menjadi titik temu baru bagi komunitas olahraga raket yang terus tumbuh.

Editorial Team