Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
OJK: Risiko Iklim Kini Ancam Stabilitas Keuangan Nasional
Ilustrasi Gedung OJK. (IDN Times/Larasati Rey)
  • Perubahan iklim kini berdampak langsung pada stabilitas ekonomi dan sektor keuangan, mendorong industri untuk memperkuat mitigasi risiko serta bertransisi menuju sistem keuangan yang lebih berkelanjutan.
  • OJK memperkuat regulasi keuangan berkelanjutan dengan menekankan kesadaran jangka panjang, sementara pasar dan publik mulai berperan dalam menilai praktik bisnis berdasarkan prinsip keberlanjutan.
  • Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci percepatan transisi keuangan hijau, melibatkan pasar modal, investor, masyarakat sipil, dan generasi muda melalui forum seperti Sustainable Finance Fest 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Isu perubahan iklim kini semakin meluas dampaknya, tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan ekonomi. Kondisi ini mendorong berbagai pihak untuk memperkuat peran keuangan dalam mendukung transisi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Hal tersebut menjadi salah satu sorotan dalam gelaran Sustainable Finance Fest 2026 yang berlangsung di Jakarta. Acara ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan untuk berdiskusi dan bertukar pandangan.

Dengan mengusung tema “Finance for Future: Giving the Green Shift a Lift”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman publik sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor.

Selain menjadi ruang dialog, forum ini juga membuka peluang jejaring antara pelaku industri, regulator, hingga komunitas dalam mendorong praktik keuangan yang lebih berkelanjutan.

1. Risiko iklim semakin berdampak pada sektor keuangan

OJK: Risiko Iklim Kini Ancam Stabilitas Keuangan Nasional (Dok. Sustainable Finance Fest 2026)

Perubahan iklim dinilai tidak lagi sebatas isu lingkungan. Dampaknya kini merambah ke stabilitas ekonomi dan sektor keuangan secara lebih luas.

Kondisi ini membuat upaya mitigasi risiko iklim menjadi semakin penting, terutama bagi industri keuangan yang berperan dalam mengelola aliran dana dan investasi.

Transisi menuju keuangan berkelanjutan pun disebut sebagai langkah yang tidak bisa dihindari dalam menghadapi tantangan tersebut.

“Perubahan iklim bukan semata risiko lingkungan, namun berkembang menjadi risiko ekonomi dan risiko keuangan yang mengancam stabilitas,” ujar Deputi Komisioner OJK, Deden Firman Hendarsyah, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Kamis (30/4/2026).

2. Dorongan regulasi dan peran pasar semakin kuat

ilustrasi pengelolaan keuangan (pexels.com/Ahsanjaya)

Otoritas Jasa Keuangan telah mengeluarkan berbagai regulasi untuk mendorong penerapan prinsip berkelanjutan di sektor keuangan. Langkah ini diharapkan dapat mengubah paradigma pelaku industri.

Pendekatan yang dibangun tidak hanya berbasis kepatuhan, tetapi juga kesadaran akan pentingnya keberlanjutan dalam jangka panjang. Di sisi lain, peran pasar dan publik juga dinilai semakin penting dalam memberikan penilaian terhadap praktik bisnis yang dijalankan.

“Nantinya, pihak pasar atau publik yang akan ‘menghukum’ atau mengapresiasi pelaku usaha dalam menjalankan praktek-praktek berkelanjutan tersebut,” ujar Direktur Keuangan Berkelanjutan OJK, R. Joko Siswanto.

3. Kolaborasi jadi kunci percepatan transisi

OJK: Risiko Iklim Kini Ancam Stabilitas Keuangan Nasional (Dok. Sustainable Finance Fest 2026)

Upaya mendorong keuangan berkelanjutan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mempercepat proses transisi ini.

Pasar modal, misalnya, memiliki peran penting dalam menghubungkan investor dengan instrumen investasi hijau yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

Selain itu, keterlibatan masyarakat sipil dan generasi muda juga dinilai penting untuk memastikan proses transisi berjalan lebih inklusif.

“Tugas kita (BEI) adalah menavigasi ESG investment, yaitu bagaimana caranya supaya investor berinvestasi ke sektor yang lebih berkelanjutan,” ujar Kepala Divisi Pengembangan 2 Bursa Efek Indonesia, Ignatius Denny Wicaksono.

Melalui berbagai diskusi dan workshop yang dihadirkan, Sustainable Finance Fest 2026 diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus mendorong partisipasi aktif berbagai pihak dalam membangun ekosistem keuangan yang lebih berkelanjutan di Indonesia.

Editorial Team