Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Nobar Pesta Babi di Sejumlah Kampus Bandung Dapat Pelarangan
youtube:film pesta babi
  • Penayangan film dokumenter Pesta Babi di sejumlah kampus Bandung dibatalkan, termasuk di ISBI dan Unpad, dengan alasan berbeda dari pihak kampus dan aparat.
  • Mahasiswa ISBI mengecam pelarangan tersebut sebagai bentuk pembatasan kebebasan berekspresi, sementara LBH Bandung menilai kampus seharusnya menjadi ruang aman bagi diskusi akademik.
  • Film Pesta Babi mengangkat kisah masyarakat adat Papua Selatan yang kehilangan tanah akibat proyek perkebunan besar, serta menggambarkan dampak sosial budaya dan lingkungan dari ekspansi tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Film dokumenter Pesta Babi menjadi sorotan panas setelah acara nonton bareng (nobar) film di sejumlah daerah dilaporkan dibubarkan secara paksa oleh aparat TNI hingga pihak universitas. Di Kota Bandung, pelarangan penayangan di lingkungan kampus pun terjadi.

Salah satunya di kampus Insitut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. Rencana penayangan film tersebut mendapat pelarangan karena dianggap dilakukan pada saat kegiatan perkuliahan diliburkan.

Hal ini disampaikan perwakilan mahasiswa ISBI melalui akun Instagram @aliansimahasiswaisbibandung. Dalam unggahannya pada Kamis (14/5/2026), mereka megecam keras pelarangan pertunjukan dan kajian seni oleh pihak lembaga di kampus sendiri. Berikut pernyataan dari perwakilan mahasiswa:

Kami mahasiswa ISBI Bandung mengecam keras pelarangan pertunjukan dan kajian seni oleh pihak lembaga di kampus kami sendiri

Kami mahasiswa ISBI Bandung menginginkan kebebasan dalam menayangkan segala jenis pertunjukan dan kekayaan perspektif dalam karya tanpa sensor dan pemilahan yang ugal-ugalan oleh lembaga

Kami mahasiswa ISBI Bandung menuntut dosen-dosen untuk ikut melindungi kegiatan berkesenian dan turut menjamin kebebasan berekspresi mahasiswa

Kembalikan otonomi kampus dan hapuskan segala jenis penyensoran karya seni di ISBI Bandung

1. LBH sayangkan pelarangan ini

Suasana nonton bareng Pesta Babi yang digelar FJPI (IDN Times/Indah Permata Sari)

Dalam rencana penayangan film Pesta Babi di kampus ISBI, perwakilan LBH Bandung pun ikut serta pada kegiatan tersebut. Direktur LBH Bandung Heri Pramono, menyayangkan atas apa yang terjadi di ISBI Bandung terkait alasan tidak diberikan izin terhadap mahasiswa yang akan menyelenggarakan nonton bersama (nobar) film Pesta Babi. Lebih lanjut kekecewaan ini didasari atas kondusifitas, isu sensitif dan hanya judge dari judul tanpa melihat substansi dari film tersebut.

"Seharusnya kampus menjadi arena ruang yang menjamin kebebasan akademik yang berhubungan dengan berekspresi berpendapat. Salah medium nya adalah melalui film, mengingat ISBI merupakan kampus seni yang meliputi keilmuan perfilm an sejatinya alasan alasan tidak memberikan izin nobar pesta babi ini tidak seharusnya tersurat," kata dia kepada IDN Times, Jumat (15/5/2026).

Kampus, lanjut Heri, sebaliknya wajib menjadi pelindung bagi mahasiswa yang akan melakukan pengkajian, pendiskusian hingga memproduksi wacana narasi akademik bukan menjadi aktor yang membatasi

2. Unpad minta penayangan film tidak pada hari libur

ilustrasi gedung Unpad (dok. Universitas Padjajaran)

Sementara itu, pelarangan penayangan film tersebut terjadi di kampus Univesitas Padjadjaran yang hendak diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Pascasarjana (HMP) pada Sabtu (16/5/2026). Film tersebut rencananya bakal disaksikan juga sejumlah dosen untuk diajak berdiskusi.

Namun, pihak kampus Unpad memastikan bahwa mereka tidak menolak penayangan film tersebut. Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad Dandi Supriadi menyebut bahwa manajemen kampus tidak melarang penayangan film tersebut. Hanya saja penayangan sebaiknya dilakukan pada saat jam kerja, tidak pada hari libur karena pegawai yang bisa membantu pelaksanaan juga tidak ada di tempat.

"Untuk ini saya bisa konfirmasi. Bukan pelarangan penyelenggaraan diskusi, tapi memang semua kegiatan di hari libur tidak bisa dilakukan krn tgl 16 Mei adalah hari libur (cuti bersama). Kegiatan di kampus tidak bisa dilaksanakan karena pegawai sarana prasarana pun tidak ada di kampus," ujar Dandi.

Sementara dari unggahan akun @hmp.unpad, nobar film ini bakal diselenggarakan pada akhir pekan di Gedung Bale Rumawat Unpad Dipatiukur pada pukul 12.00 WIB hingga 17.00 WIB.

3. Ini sinopsis film tersebut

poster film Pesta Babi (instagram.com/cypripjudale)

Pesta Babi merupakan dokumenter investigatif berlatar di wilayah Papua Selatan. Film ini mengikuti kehidupan masyarakat adat, seperti suku Marind, Awyu, Yei, dan Muyu yang disebut kehilangan tanah dan ruang hidup akibat ekspansi proyek perkebunan tebu, sawit, hingga food estate.

Dokumenter ini menggambarkan bagaimana hutan-hutan adat dibuka untuk proyek bioetanol dan ketahanan pangan dalam skala besar. Di sisi lain, hal tersebut membuat masyarakat lokal merasa tersingkir dari tanah leluhur mereka sendiri. Oleh karena itu, mereka memasang “salib merah” sebagai simbol penolakan terhadap perusahaan dan penguasaan lahan.

Dengan durasi sekitar 95 menit, film ini juga menyoroti dugaan militerisasi dalam pengamanan proyek-proyek investasi yang berlangsung di kawasan tersebut.

Sementara itu, judul Pesta Babi sendiri diambil dari tradisi budaya masyarakat Muyu bernama Awon Atatbon, yakni sebuah ritual adat besar yang melibatkan babi sebagai simbol sosial dan budaya. Tradisi tersebut sangat bergantung pada keberlangsungan hutan dan alam Papua.

Oleh karena itu, bisa dikatakan film ini menggunakan istilah “Pesta Babi” sebagai metafora untuk menunjukkan bahwa kerusakan hutan tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga identitas budaya dari masyarakat adat.

Editorial Team