Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Niat Melerai, Pemuda Garut Malah Dibacok
Ilustrasi penganiayaan (Pixabay/PublicDomainPictures)
  • Seorang pemuda di Tarogong Kaler, Garut, terluka saat mencoba melerai aksi penganiayaan dan menjadi korban pembacokan oleh sekelompok orang bersenjata tajam.
  • Penyelidikan polisi mengungkap motif utama aksi kekerasan dipicu rasa cemburu salah satu pelaku yang melihat pacarnya bersama orang lain hingga berujung penyerangan kelompok.
  • Polisi mengamankan enam terduga pelaku di Banyuresmi dan masih mencari barang bukti serta kemungkinan pelaku lain untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Garut, IDN Times - Seorang pria menjadi korban pembacokan di Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. korban mengalami luka robek di bagian tangan kiri saat berupaya melerai aksi penganiayaan terhadap warga lain.

Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Joko Prihatin, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Sabtu (21/3/2026) sore dan dipicu persoalan pribadi yang berujung aksi brutal. Polisi telah mengamankan enam orang terduga pelaku yang diduga melakukan kekerasan secara bersama-sama di ruang publik.

1. Awalnya hendak membantu, malah jadi sasaran

Ilustrasi penganiayaan (IDN Times/Aditya Pratama)

Joko menjelaskan, peristiwa itu bermula saat korban mendapat informasi adanya insiden pembacokan di lokasi kejadian. Korban kemudian mendatangi tempat tersebut dengan maksud membantu menutup warung milik rekannya.

Namun situasi berubah mencekam. Korban melihat sekelompok orang membawa senjata tajam dan mengejar warga lain.

“Korban dikejar oleh sekelompok orang menggunakan sepeda motor dan senjata tajam. Salah satu pelaku kemudian membacok tangan kiri korban,” ujar Joko, Selasa (24/3/2026).

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek di tangan kiri serta luka lecet di bagian belakang leher.

2. Aksi brutal dipicu rasa cemburu

ilustrasi cemburu (freepik.com/Drazen Zigic)

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menemukan bahwa aksi kekerasan tersebut dipicu emosi salah satu pelaku.

Motifnya diduga karena rasa cemburu, setelah pelaku melihat pacarnya bersama orang lain. Situasi itu kemudian memicu penyerangan yang dilakukan secara bersama-sama. Kasus ini pun berkembang menjadi aksi kekerasan kelompok yang membahayakan warga sekitar.

3. Enam pelaku diamankan, polisi buru barang bukti

Ilustrasi borgol. (pexels.com/Kindel Media)

Polisi bergerak cepat dan berhasil mengamankan enam orang terduga pelaku di wilayah Banyuresmi, Kabupaten Garut. Mereka berinisial RB (34), MP (21), DR (22), GS (33), T (30), dan MI (22). Saat ini, keenam pelaku telah dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Masih dilakukan pengembangan kasus, termasuk pencarian barang bukti serta kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat,” kata Joko.

Ia menegaskan, kepolisian akan menindak tegas segala bentuk kekerasan yang meresahkan masyarakat dan memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan.

Editorial Team