Karawang, IDN Times - Di banyak partai, kader biasanya paling sibuk saat musim pemilu. Mereka turun ke lapangan, pasang badan, jaga suara, hingga jadi wajah partai di tengah masyarakat. Tapi setelah pesta demokrasi selesai, tak sedikit yang perannya ikut meredup.
Situasi semacam itu yang coba dipatahkan DPD Partai NasDem Karawang. Lewat penyerahan santunan jaminan kematian kepada keluarga almarhum H. Oha, NasDem Karawang ingin menunjukkan bahwa kader bukan orang yang hanya dicari saat partai butuh suara.
Santunan sebesar Rp42 juta itu diserahkan langsung Ketua DPD NasDem Karawang, Dian Fahrud Jaman, kepada istri almarhum, Hj. Odah. Nilainya mungkin terukur, tapi pesan di baliknya jauh lebih besar: kerja kader tak berhenti dihitung saat pemilu usai.
