Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi hilal (alfachriyah.org)
ilustrasi hilal (alfachriyah.org)

Intinya sih...

  • Kemenag Jabar akan pantau hilal Ramadan di 11 titik mulai 17 Februari 2026

  • Pemantauan dilakukan di Kota Bandung, Kabupaten Pangandaran, dan titik lainnya

  • Pemantauan mengacu pada ketentuan pemerintah pusat dengan melibatkan 135 petugas dari BHR dan ormas Islam

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Barat akan menggelar pemantauan hilal Ramadan pada 17 Februari 2026. Pemantauan untuk wilayah Jawa Barat dilakukan di sebelas titik, salah satu di antaranya ada di Kota Bandung.

Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kemenag Jawa Barat, Ohan Burhan mengatakan, selain di Kota Bandung, lokasi pemantauan ada juga di Kabupaten Pangandaran dan beberapa titik lainnya yang tepat untuk memantau hilal.

"Untuk pelaksanaannya serentak tanggal 17 seluruh Indonesia. Jawa Barat di sebelas titik, di Kota Bandung di Unisba, Kabupaten Pangandaran, dan lainnya," kata Ohan saat dihubungi Kamis (5/2/2026).

1. Di Jabar hilal belum tentu bisa dilihat secara jelas

ilustrasi hilal (islam.nu.or.id)

Pelaksanaan pemantauan hilal tahun ini, kata Ohan, tetap mengacu pada ketentuan yang ditetapkan pemerintah pusat, yakni kriteria ketinggian hilal minimal tiga derajat. Namun, secara astronomis, peluang terlihatnya hilal di wilayah Jawa Barat dinilai cukup kecil.

Selain itu, faktor cuaca pun menurut dia, turut menjadi penentu keberhasilan rukyatul hilal tahun ini, terutama terkait jarak pandang pengamatan.

"Kalau lihat derajat, nampaknya di Jawa Barat tidak akan terlihat seperti tahun-tahun sebelumnya. Tapi mudah-mudahan ada keajaiban," katanya.

2. Pelatihan diberikan untuk para petugas

Pemantauan hilal 1 Syawal 1446 Hijriah di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (29/3/2025). (IDN Times/Asrhawi Muin)

Dalam kegiatan ini, Ohan menjelaskan, setiap kabupaten dan kota akan menerjunkan lima orang petugas yang melibatkan unsur BHR dan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam. Total petugas yang dikerahkan mencapai 135 orang.

Kemenag Jawa Barat, kata dia, telah menggelar bimbingan teknis bagi pengurus Badan Hisab Rukyat (BHR) tingkat kabupaten dan kota. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari dan difokuskan pada kesiapan teknis serta koordinasi lintas lembaga.

"Dua hari ini kami lakukan bimtek untuk para pengurus BHR di tingkat kabupaten kota dalam rangka persiapan tanggal 17 Februari 2026 itu," kata Ohan.

3. Peralatan pemantauan hilal sudah dipersiapkan

Potret Pemantauan Hilal di Itera (Dok/itera.ac.id)

Selain menggunakan teropong modern, Ohan menambahkan, pemantauan hilal juga akan memanfaatkan metode tradisional yang selama ini digunakan oleh sejumlah pondok pesantren.

"Selain teropong ada alat tradisional yang biasa dilakukan oleh pondok pesantren berupa tongkat dan lain sebagainya yang sudah disiapkan," kata dia.

Editorial Team