Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ModalSaham dan MobileCom Kolaborasi Dorong Teknologi Korporasi
ModalSaham dan MobileCom Kolaborasi Dorong Teknologi Korporasi. (Dok.Istimewa)
  • MobileCom mendapat pembiayaan USD 550 ribu dari ModalSaham untuk memperkuat modal kerja, operasional, dan percepatan penyediaan solusi teknologi bagi pelanggan korporasi di berbagai sektor industri.
  • Kolaborasi ini membantu MobileCom menjaga arus kas bisnis B2B yang menantang akibat sistem pembayaran bertahap, sekaligus memastikan kelancaran proyek dan stabilitas operasional perusahaan.
  • MobileCom mulai menyiapkan langkah menuju go public di Bursa Efek Indonesia dengan fokus pada penguatan fondasi bisnis, tata kelola, serta peningkatan transparansi dan profesionalisme perusahaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times Jabar – Kebutuhan teknologi korporasi di Indonesia terus meningkat seiring tuntutan efisiensi dan percepatan sistem kerja di berbagai sektor industri. Melihat peluang tersebut, PT Mobile Sarana Sentosa atau MobileCom memperkuat bisnisnya melalui dukungan channeling financing dari PT Modal Saham Asia Investama (ModalSaham).

Pada 2025, MobileCom memperoleh fasilitas pembiayaan sebesar USD 550 ribu atau sekitar Rp9 miliar. Dana tersebut digunakan untuk memperkuat modal kerja, mendukung operasional, hingga mempercepat penyediaan solusi teknologi bagi pelanggan korporasi.

Direktur Utama PT Mobile Sarana Sentosa, Steven Samudera, mengatakan kebutuhan teknologi perusahaan saat ini tidak hanya soal perangkat, tetapi juga integrasi sistem dan efektivitas operasional.

1. Layani perusahaan besar lintas sektor industri

ModalSaham dan MobileCom Kolaborasi Dorong Teknologi Korporasi. (Dok.Istimewa)

MobileCom merupakan perusahaan teknologi yang berdiri sejak tahun 2000 dan bergerak di bidang solusi perangkat mobile, mobile printer, barcode scanner, industrial printer, hingga software untuk kebutuhan logistik, fintech, edutech, dan HRIS.

Perusahaan ini telah menangani berbagai pelanggan korporasi besar dari sektor strategis. Di antaranya PT Djarum, PT Bentoel Prima, PT Coca Cola Distribution Indonesia, PT Nutrifood Indonesia, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, hingga PT Bank Central Asia Tbk.

Steven menyebut pelanggan korporasi membutuhkan solusi yang benar-benar dapat diterapkan dalam proses bisnis sehari-hari.

“Kami ingin setiap solusi yang diberikan benar-benar membantu perusahaan bekerja lebih cepat, lebih akurat, dan lebih efisien,” ujar Steven.

Selain pelanggan besar, MobileCom juga memiliki jaringan mitra teknologi seperti Datecs Ltd Bulgaria hingga PT Ingram Micro Indonesia.

2. Pembiayaan bantu jaga arus kas bisnis B2B

ilustrasi pembiayaan berkelanjutan (freepik.com)

Dalam bisnis business to business (B2B), tantangan utama tidak hanya berada pada penjualan, tetapi juga pengelolaan arus kas. Banyak proyek korporasi menggunakan sistem pembayaran bertahap sehingga perusahaan harus menyiapkan barang dan layanan lebih dahulu.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan modal kerja menjadi penting agar operasional tetap berjalan stabil.

CEO ModalSaham, Muhammad Reza Alkhawarismi, mengatakan pihaknya melihat MobileCom sebagai perusahaan dengan bisnis yang relevan terhadap kebutuhan industri saat ini.

“MobileCom punya pengalaman panjang di bidang ini. Mereka tidak membangun bisnis dari tren sesaat, tetapi dari kebutuhan nyata di lapangan,” kata Reza.

ModalSaham sendiri dikenal menyediakan berbagai skema pembiayaan seperti invoice financing, purchase order financing, project financing, hingga working capital financing untuk perusahaan B2B.

3. Siapkan langkah menuju perusahaan terbuka

ilustrasi pembiayaan berkelanjutan (freepik.com)

Selain memperkuat bisnis operasional, MobileCom juga mulai menyiapkan arah jangka panjang menuju perusahaan terbuka atau go public di Bursa Efek Indonesia.

Namun, menurut Steven, fokus utama perusahaan saat ini tetap pada penguatan fondasi bisnis, tata kelola, sistem internal, dan kualitas layanan.

“Proses menuju perusahaan terbuka melalui Go Public di Bursa Efek Indonesia juga kami siapkan secara bertahap, sebagai bagian dari komitmen membangun perusahaan yang lebih transparan, profesional, dan dipercaya pasar,” ungkapnya.

Reza menambahkan pembiayaan yang diberikan ModalSaham diarahkan untuk mendukung pertumbuhan yang sehat dan disiplin bisnis, bukan ekspansi agresif tanpa dasar operasional yang kuat.

Melalui kolaborasi ini, MobileCom dan ModalSaham berharap dapat menjadi contoh bagaimana pembiayaan strategis dapat membantu perusahaan teknologi nasional memperkuat kapasitas bisnis sekaligus meningkatkan kesiapan menuju level korporasi yang lebih besar.

Editorial Team