Bandung, IDN Times - Kebutuhan perlindungan perjalanan kian berkembang seiring meningkatnya mobilitas masyarakat. Tren ini mendorong perusahaan asuransi untuk menghadirkan layanan yang lebih adaptif dan terintegrasi dengan teknologi.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah penguatan layanan asuransi perjalanan melalui kolaborasi regional berbasis teknologi. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi yang lebih mudah diakses dan sesuai kebutuhan.
Di Indonesia, tren perjalanan domestik masih menjadi pendorong utama mobilitas. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perjalanan wisatawan nusantara mencapai sekitar 91,14 juta pada Februari 2026.
Kondisi tersebut turut memperluas kebutuhan perlindungan perjalanan, tidak hanya untuk perjalanan internasional, tetapi juga aktivitas domestik sehari-hari.
