Polisi saat menunjukkan barang bukti mayat yang ditemukan di kolong jembatan Tol Bocimi (IDN Times/dok polisi)
Pihak Satreskrim Polres Sukabumi Polda Jabar terus bergerak cepat mengumpulkan petunjuk lantaran kondisi fisik wajah dan jari korban sudah rusak berat akibat pembusukan. Polisi kini menjadikan pakaian yang melekat pada tubuh korban sebagai kunci utama identifikasi.
“Petunjuk paling terlihat sekarang adalah pakaian korban. Atasan berupa kaus warna putih bergambar kepala barong khas Bali berukuran cukup besar di bagian dada, bertuliskan ‘Bali’. Pakaian tersebut tampak robek dan kusam,” ujar Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Dudi Suharyana.
Karena sebagian jaringan di bagian kepala korban telah menjadi tengkorak dan tidak ditemukan tato atau perhiasan khusus, publikasi detail pakaian—termasuk celana training (olahraga) hitam dengan lis kuning—disebarluaskan agar masyarakat dapat mengenali ciri-cirinya.
“Kami mengimbau masyarakat luas yang merasa kehilangan anggota keluarga laki-laki dengan ciri-ciri pakaian kaus barong Bali dan celana training hitam lis kuning tersebut untuk segera melapor ke Satreskrim Polres Sukabumi atau kantor kepolisian terdekat,” tuturnya.