Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Minuman Serat Disebut Bantu Redam Lonjakan Gula Darah
ilustrasi memeriksa gula darah (pexels.com/i-SENS, USA)
  • Jumlah penyandang Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia mencapai sekitar 20,4 juta orang, dan lonjakan gula darah setelah makan menjadi tantangan utama yang perlu dikendalikan.
  • Hasil uji klinis menunjukkan mGanik Metafiber mampu menekan lonjakan gula darah hingga 61,42 persen pada menit ke-30 setelah makan dan menjaga kestabilan kadar glukosa hingga dua jam.
  • Founder mGanik menegaskan pentingnya solusi ilmiah dan terukur dalam penanganan diabetes melalui pendekatan nutrisi, layanan klinik spesialis, serta pendampingan komunitas bagi penyandang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Lonjakan gula darah setelah makan masih menjadi tantangan yang banyak dihadapi penyandang Diabetes Melitus Tipe 2. Kondisi tersebut membuat penderita diabetes perlu menjaga pola makan sekaligus memperhatikan asupan serat untuk membantu mengontrol kadar gula darah.

Di Indonesia, jumlah penyandang diabetes terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Data menunjukkan terdapat sekitar 20,4 juta penyandang diabetes, dengan 90–95 persen di antaranya merupakan Diabetes Melitus Tipe 2.

Salah satu kondisi yang sering dialami penderita adalah lonjakan gula darah postprandial, yakni peningkatan kadar gula darah dalam dua jam setelah makan. Situasi ini dinilai dapat memengaruhi kestabilan kondisi kesehatan jika tidak dikendalikan dengan baik.

Berangkat dari kondisi tersebut, mGanik Nutrition menghadirkan mGanik Metafiber, minuman serat yang diformulasikan untuk membantu memperlambat penyerapan glukosa setelah makan pada penyandang Diabetes Melitus Tipe 2.

1. Uji klinis tunjukkan penurunan lonjakan gula darah

Ilustrasi skrining diabetes (Pexels.com. Artem Podres)

Untuk menguji efektivitas produk, mGanik Nutrition melakukan uji klinis yang melibatkan 30 penyandang Diabetes Melitus Tipe 2 dengan validasi dari universitas terakreditasi di Indonesia.

Penelitian dilakukan menggunakan metode crossover dengan membandingkan kondisi tubuh responden saat makan tanpa Metafiber dan saat mengonsumsi Metafiber sebelum makan.

Kadar glukosa darah kemudian diukur secara berkala mulai menit ke-15 hingga menit ke-120 setelah makan dengan pola asupan yang sama pada kedua kondisi.

“Hasil uji klinis menunjukkan bahwa mGanik Metafiber efektif membantu meredam respons glikemik secara konsisten selama dua jam periode postprandial,” demikian klaim kajian yang diterima IDN Times pada Jumat (23/5/2026) tersebut.

Dari hasil pengujian, lonjakan gula darah tercatat lebih rendah sejak menit ke-15 setelah makan dan terus menunjukkan penurunan signifikan hingga menit ke-120.

2. Efek disebut tetap bertahan hingga dua jam

ilustrasi alat pengukur gula darah sewaktu (unsplash.com/Fauzan My)

Dalam pengujian tersebut, efektivitas tertinggi tercatat pada menit ke-30 ketika lonjakan gula darah berhasil ditekan hingga 61,42 persen dibanding kondisi tanpa konsumsi Metafiber.

Sementara pada menit ke-45 dan ke-60, penurunan lonjakan gula darah masing-masing berada di angka 39,35 persen dan 22 persen.

“Kesimpulannya, dengan mengonsumsi mGanik Metafiber sebelum makan terbukti mampu memperlambat penyerapan glukosa dan menekan lonjakan gula darah setelah makan,” tulis hasil uji klinis.

Hasil pengujian juga menunjukkan kestabilan gula darah masih terjaga hingga menit ke-90 dan menit ke-120 setelah makan.

Temuan itu disebut menjadi salah satu bukti ilmiah terkait penggunaan minuman serat alami untuk membantu mengendalikan lonjakan gula darah setelah makan

3. Diabetes disebut butuh solusi yang terukur

ilustrasi gejala diabetes tipe 2 dan 5 (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

Founder mGanik, dr. Kelvin Candiago, mengatakan diabetes masih menjadi tantangan kesehatan yang besar di Indonesia sehingga dibutuhkan solusi yang dapat diukur secara ilmiah.

Menurutnya, penanganan diabetes tidak cukup hanya mengendalikan gula darah, tetapi juga membutuhkan pendekatan yang lebih terintegrasi.

“Diabetes adalah krisis kesehatan yang nyata di Indonesia. Maka dibutuhkan solusi yang terukur, tervalidasi, dan bisa dirasakan langsung oleh penyandang,” ujar dr. Kelvin Candiago.

Saat ini mGanik mengembangkan ekosistem layanan kesehatan yang mencakup nutrisi, layanan klinik spesialis diabetes, hingga pendampingan komunitas untuk membantu penyandang diabetes menjalani perubahan pola hidup secara lebih konsisten.

Editorial Team