Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Minim Peminat, Pemprov Jabar Siapkan BUMD Ambil Alih Bandung Zoo
Kunjungan masyarakat ke Bandung Zoo saat libur Nataru. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan opsi pembentukan BUMD untuk mengambil alih pengelolaan Kebun Binatang Bandung yang belum menemukan pemenang lelang dari Pemkot Bandung.
  • Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan pengelolaan melalui BUMD akan berfokus pada konservasi dan kesejahteraan hewan, bukan orientasi bisnis atau keuntungan semata.
  • Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut proses lelang masih minim peminat, dengan hanya empat lembaga menunjukkan minat dari total 85 undangan, sehingga Pemkot mengajukan perpanjangan waktu seleksi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2 Mei 2026

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan pesimistis lelang pengelolaan Bandung Zoo akan berhasil dan menyiapkan skenario pengambilalihan oleh pemerintah jika gagal.

3 Mei 2026

Proses pendaftaran calon pengelola baru Bandung Zoo ditutup oleh Pemkot Bandung setelah dibuka untuk umum dengan syarat ketat.

5 Mei 2026

Batas waktu yang ditetapkan Kementerian Kehutanan untuk penunjukan pengelola Bandung Zoo berakhir tanpa hasil, mendorong Pemkot Bandung meminta perpanjangan waktu seleksi.

6 Mei 2026

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa belum ada keputusan pemenang lelang dan menawarkan opsi pembentukan BUMD provinsi untuk mengelola Bandung Zoo sebagai lembaga konservasi.

kini

Pemprov Jawa Barat menyiapkan kemungkinan pembentukan BUMD untuk mengambil alih pengelolaan Bandung Zoo jika proses lelang tetap tidak menghasilkan pemenang.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan rencana pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mengambil alih pengelolaan Kebun Binatang Bandung yang belum menemukan pengelola melalui proses lelang.
  • Who?
    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Pemerintah Kota Bandung, dan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat terlibat dalam pembahasan serta koordinasi terkait masa depan pengelolaan Kebun Binatang Bandung.
  • Where?
    Kegiatan dan pembahasan berlangsung di Bandung, Jawa Barat, dengan fokus pada area Kebun Binatang Bandung sebagai objek utama pengelolaan konservasi.
  • When?
    Pernyataan disampaikan Rabu, 6 Mei 2026, setelah batas waktu penunjukan pengelola baru yang ditetapkan hingga 5 Mei 2026 terlewati tanpa hasil pasti.
  • Why?
    Langkah ini diambil karena proses lelang pengelola baru tidak menarik minat cukup banyak lembaga konservasi dan belum menghasilkan pemenang, sementara keberlangsungan kebun binatang perlu dijaga.
  • How?
    Pemprov Jabar berencana membentuk BUMD berstatus lembaga konservasi agar fokus pada pelestarian satwa dan lingkungan, bukan keuntungan bisnis, sambil menunggu keputusan resmi dari Pemkot Bandung dan Kementerian Kehutanan
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kebun Binatang Bandung belum punya orang yang mau ngurusin, jadi Gubernur Jawa Barat namanya Pak Dedi mau bantu. Katanya bisa pakai BUMD biar hewan-hewan di sana tetap sehat dan aman. Kota Bandung juga masih cari pengelola baru tapi belum ketemu. Sekarang mereka lagi nunggu keputusan siapa yang bakal ngurus kebun binatang itu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menyiapkan BUMD sebagai pengelola Kebun Binatang Bandung menunjukkan komitmen kuat terhadap pelestarian lingkungan dan kesejahteraan hewan. Langkah ini mencerminkan semangat kolaboratif antara Pemprov dan Pemkot Bandung dalam mencari solusi terbaik, dengan fokus pada konservasi, penyelamatan pegawai, serta pemanfaatan kawasan hijau yang masih terjaga baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah mempersiapkan berbagai kemungkinan untuk menyelamatkan Kebun Binatang Brandung atau Bandung Zoo dari kondisi lelang oleh Pemerintah Kota Bandung yang tidak kunjung menemukan pengelola.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, skenario yang nantinya bisa dilakukan yaitu membuat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang statusnya sebagai lembaga konservasi untuk mengelola Kebun Binatang Bandung.

Dedi pun sudah mendapatkan informasi dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat di mana proses penunjukan pengelola Kebun Binatang Bandung ini masih belum ditentukan siapa pemenangnya.

"Berdasarkan laporan dari Dinas Kehutanan kemarin, katanya sampai sekarang belum bisa diambil keputusan, karena ragam pertimbangan termasuk pertimbangan hukum, ujar Dedi, Rabu (6/5/2026).

1. BUMD Jabar siap mengelola Kebun Binatang Bandung

Kondisi tempat wisata Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) saat akhir pekan, Minggu (4/1/2026). IDN Times/Debbie Sutrisno

Proses penunjukan pengelola yang sebelumnya ditargetkan harus selesai dalam 5 Mei 2026, saat ini sudah melewati batas yang ditentukan dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Namun, Pemerintah Kota Bandung kini dikabarkan meminta waktu perpanjangan untuk menyeleksi calon pengelola.

Dengan adanya perpanjangan ini, Dedi menawarkan agar Pemprov Jabar bisa ikut mengelola Kebun Binatang Bandung melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

"Tetapi saya pun pemerintah provinsi mencoba untuk hari ini minta Sekda berkomunikasi kita juga bisa mengajukan LK (Lembaga Konservasi), kalau diperlukan. Misalnya dikelola oleh pemerintah provinsi melalui BUMD agar kita lebih mengarah pada konservasinya," ujarnya.

2. BUMD Jabar diyakini bisa mengelola Bandung Zoo lebih baik

Harimau Bandung Zoo (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Menurutnya, melalui pengelolaan BUMD nantinya fokus kepada konservasi dan menjaga kesehatan hewan tidak berorientasi terhadap keuntungan semata.

"Ini kan saya tujuannya konservasinya. Hutannya sayang, binatangnya sayang. Nanti bisa dua-duanya ditempuh, mana yang terbaik. Apakah misalnya LK dulu dikelola oleh Pemkot sampai 1 bulan ke depan, sehingga nanti diputuskan," katanya.

Meski begitu, Dedi mempersilahkan Pemkot Bandung untuk menerapkan cara lainnya ketika memang diberikan perpanjangan waktu seleksi calon pengelola baru Bandung Zoo. Namun, Pemprov Jabar siap ambil bagian jika kondisinya sama seperti sebelumnya.

"Nah, apabila misalnya yang tidak putus-putus, saya lebih memilih provinsi melalui BUMD menjadi pengelola kebun binatang itu. Bukan untuk tujuan bisnis, tapi tujuannya satu menyelamatkan pegawai. Yang kedua itu menyelamatkan konservasi," ujarnya.

3. Pengelolaan BUMD orientasi tidak melulu bisnis

Kunjungan masyarakat ke Bandung Zoo saat libur Nataru. IDN Times/Debbie Sutrisno

Dedi merasa Bandung Zoo ini sudah sangat baik dari segi kawasan dan juga kondisi pohon-pohon yang ada di dalamnya. Dia menyakini, pengelolaan Bandung Zoo di bawah BUMD nantinya berorientasi bukan pada bisnis.

"Karena itu kawasan sangat baik, tertata, kemudian hutan-hutannya relatif baik hutannya, pohon-pohonnya masih gede dan itu bermanfaat juga untuk warga Kota Bandung dan kami juga punya dong gitu kan di Bandung binatang-binatang yang dilindungi dan dikelola oleh BUMD provinsi," kata dia.

Sebelumnya, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan pesimistis Bandung Zoo nantinya mendapatkan pengelola sesuai harapan. Sejumlah langkah untuk mengantisipasi kondisi ini juga sudah disiapkan Pemkot Bandung.

"Saya dan Pak Gubernur sedang intensif komunikasi. Kalau sampai tanggal 5 Mei 2026 tidak berhasil lelang, maka akan diambil alih pemerintah. Sekarang kita siapkan semua skenario, baik ada pemenang lelang maupun tidak," ujar Farhan, dikutip Sabtu (2/5/2026).

Proses lelang pengelola baru Bandung Zoo ini sudah dilakukan Pemkot Bandung sejak beberapa waktu kemarin, dan saat ini masih dibuka untuk umum sebelum nantinya ditutup pada 3 Mei 2026, besok. Namun, Pemkot Bandung menargetkan pengelola baru bisa diresmikan setelah penutupan pendaftaran.

"Masih tahap pendaftaran. Syaratnya ketat, tidak semua lembaga konservasi mampu. Proses pendaftaran sampai tanggal 3 Mei 2026," kata Farhan.

Berdasarkan data yang ada, Pemkot Bandung sudah membidik beberapa pengelola lembaga konservasi yang bisa mengembangkan Bandung Zoo. Bahkan, Farhan mengatakan, ada 85 lembaga yang diundang sebelumnya untuk menawarkan pengelolaan ini. Namun, tidak mendapatkan respons positif.

"85 tapi yang merespons baru sekitar empat, itu pun baru menyatakan minat. Kita juga mengajukan perpanjangan deadline ke pemerintah pusat," ujarnya.

Editorial Team