Kunjungan masyarakat ke Bandung Zoo saat libur Nataru. IDN Times/Debbie Sutrisno
Dedi merasa Bandung Zoo ini sudah sangat baik dari segi kawasan dan juga kondisi pohon-pohon yang ada di dalamnya. Dia menyakini, pengelolaan Bandung Zoo di bawah BUMD nantinya berorientasi bukan pada bisnis.
"Karena itu kawasan sangat baik, tertata, kemudian hutan-hutannya relatif baik hutannya, pohon-pohonnya masih gede dan itu bermanfaat juga untuk warga Kota Bandung dan kami juga punya dong gitu kan di Bandung binatang-binatang yang dilindungi dan dikelola oleh BUMD provinsi," kata dia.
Sebelumnya, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan pesimistis Bandung Zoo nantinya mendapatkan pengelola sesuai harapan. Sejumlah langkah untuk mengantisipasi kondisi ini juga sudah disiapkan Pemkot Bandung.
"Saya dan Pak Gubernur sedang intensif komunikasi. Kalau sampai tanggal 5 Mei 2026 tidak berhasil lelang, maka akan diambil alih pemerintah. Sekarang kita siapkan semua skenario, baik ada pemenang lelang maupun tidak," ujar Farhan, dikutip Sabtu (2/5/2026).
Proses lelang pengelola baru Bandung Zoo ini sudah dilakukan Pemkot Bandung sejak beberapa waktu kemarin, dan saat ini masih dibuka untuk umum sebelum nantinya ditutup pada 3 Mei 2026, besok. Namun, Pemkot Bandung menargetkan pengelola baru bisa diresmikan setelah penutupan pendaftaran.
"Masih tahap pendaftaran. Syaratnya ketat, tidak semua lembaga konservasi mampu. Proses pendaftaran sampai tanggal 3 Mei 2026," kata Farhan.
Berdasarkan data yang ada, Pemkot Bandung sudah membidik beberapa pengelola lembaga konservasi yang bisa mengembangkan Bandung Zoo. Bahkan, Farhan mengatakan, ada 85 lembaga yang diundang sebelumnya untuk menawarkan pengelolaan ini. Namun, tidak mendapatkan respons positif.
"85 tapi yang merespons baru sekitar empat, itu pun baru menyatakan minat. Kita juga mengajukan perpanjangan deadline ke pemerintah pusat," ujarnya.