Bandung, IDN Times – Memasuki minggu ketiga pelaksanaan work from home (WFH), Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai melihat dampak konkret dari kebijakan tersebut. Tidak hanya dari sisi kedisiplinan pegawai, tetapi juga pada efisiensi anggaran, terutama dalam menekan pengeluaran bahan bakar minyak (BBM) aparatur sipil negara (ASN).
Wali Kota Bandung, M Farhan, menegaskan bahwa kebijakan WFH dirancang bukan sekadar sebagai pola kerja alternatif, melainkan bagian dari strategi besar untuk mengurangi beban operasional pemerintah. Salah satu fokus utama adalah menekan mobilitas harian pegawai yang selama ini menyumbang biaya cukup besar.
Di tengah meningkatnya harga energi dan kebutuhan efisiensi di berbagai sektor, Pemkot Bandung mencoba mengoptimalkan teknologi untuk menjaga kinerja ASN tetap produktif tanpa harus mengorbankan anggaran. Hasil awalnya pun mulai terlihat sejak pekan kedua pelaksanaan WFH.
