Bandung, IDN Times – Tren investasi emas di kalangan anak muda terus menunjukkan peningkatan dalam satu tahun terakhir. Kenaikan harga emas yang cukup signifikan sejak pertengahan 2025 membuat banyak orang, terutama Gen Z dan millennial, mulai melirik instrumen ini sebagai pilihan investasi.
Namun di balik tren tersebut, muncul fenomena fear of missing out (FOMO) yang justru bisa menjadi bumerang jika tidak diiringi pemahaman yang cukup. Sharia Financial Advisor, Dewi Safitri atau lebih dikenal sebagai Safidewi menilai bahwa lonjakan minat ini tidak sepenuhnya didorong oleh kesadaran finansial, melainkan juga euforia pasar.
“Biasanya kalau harga investasi naik, orang jual. Tapi di emas, justru banyak yang beli karena takut ketinggalan momentum,” ujarnya.
