Bandung, IDN Times - Kota Bandung sempat memiliki sebuah perpusatakaan kecil yang viral pada masanya. Microlibrary Bima, yang berada di jalan Bima, Cicendo, Kota Bandung, adalah salah satu tempat membaca yang dibangun pada masa Wali Kota Ridwan Kamil yang dulu sempat menjadi perbincangan khalayak karena desainnya yang unik dan bahan bangunnya tidak biasa, di mana menggunakan 2.000 ember es krim bekas.
Saking menariknya, bangunan yang diresmikan pada 2015 tersebut sempat memperoleh penghargaan tingkat dunia sebagai Architizier Project of The Day pada 2016 dan Silver Award Lafarge Holcim Awards 2017 Asia Pasifik.
Namun, seiring berjalannya tahun dan pergantian kepempimpinan di Pemkot Bandung perpustakaan ini sekarang sudah mati suri. Tak ada lagi kegiatan membaca di tempat tersebut.
Dari pantauan IDN Times, Rabu (7/10/2026), halaman bangunan ini telihat sudah jarang digunakan. Daun kering berserakan dan sebagian sudah ada yang dibakar di dekat bangunan. Hanya ada dua gawang sepakbola yang sudah tidak berjaring berada di sudut halaman.
Tiang lampu yang mengelilingi halaman bangunan pun tampak sudah tidak bisa digunakan. Terlebih beberapa lampu tidak terpasang. Sementara ram kawat juga berlubang di sejumlah sudut.
Usai menaiki anak tangga, pintu untuk masuk ke ruangan ini terkunci. Di bagian kanan bawah pintu bahkan sudah ada lubang seukuran anak kecil. Jika sebelumnya setiap hari buka dari jam 08.00-17.00 WIB, sekarang harus mendapat izin dan melapor kepada pengurus RW. Keputusan itu diambil karena Microlibrary Bima banyak digunakan oleh orang tak bertanggung jawab untuk melakukan hal negatif.
