Bandung, IDN Times – Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) menegaskan percepatan transisi energi berkeadilan tak bisa berjalan setengah-setengah. Kepastian kebijakan, kolaborasi lintas sektor, serta iklim investasi yang kondusif dinilai menjadi kunci untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada 2060 atau bahkan lebih cepat.
Komitmen Presiden Prabowo untuk mempensiunkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) secara penuh disebut sebagai langkah berani. Namun, METI mengingatkan, komitmen tersebut perlu diiringi strategi konkret agar elektrifikasi tetap berjalan adil dan merata di seluruh pelosok Indonesia.
Ketua Umum METI, Zulfan Zahar, menekankan bahwa transisi energi harus memastikan tak ada masyarakat yang tertinggal.
“Pensiun dini PLTU membutuhkan biaya besar dan harus dilakukan secara stratejik. Peran energi terbarukan untuk elektrifikasi yang adil perlu didorong serius, baik dari sisi kebijakan, ekosistem usaha, maupun kepastian bagi investor,” ujar Zulfan dalam Bincang Energi dan Peluncuran METI Energi Muda, Jumat (30/1/2026).
Untuk mendorong percepatan tersebut, METI memaparkan sejumlah strategi utama. Berikut tiga langkah kunci yang disorot.
