(Kreuz sepeda indie asal Bandung) IDN Times/Azzis Zulkhairil
Jujun Junaedi pemilik daripada Kreuz menceritakan awal mula usahanya berdiri. Ia mengatakan, pada awalnya Kreuz diciptakan dari proyek yang tidak disengaja dan tidak direncanakan untuk menjadi sebesar ini. Kreuz baru produksi total sejak Februari 2020, sedangkan sebelumnya Kreuz hanyalah memproduksi tas sepeda yang sudah eksis sejak 2017.
"(Pembangunan usaha) tidak sengaja. Kami dari awal fokus mengerjakan kelengkapan sepeda, tidak fokus produksi sepeda. Kemudian kami ikut festival di Jakarta dan di sana hampir semua orang memakai Brompton. Karena itu, akhirnya saya iseng coba buat sepeda dengan bentuk sama seperti Brompton," ujar Jujun saat ditemui di workshop-nya di Cikondang nomor 10, Cikutra Barat, Bandung, Jumat (19/6).
Awalnya ia coba-coba membuat prototipe menyerupai Brompton. Setelah itu, Jujun langsung membuat beberapa sampel lain, dengan dibantu oleh rekannya yang bernama Yudi Yudiantara. Tanpa disangka-sangka, sampel sepeda itu menyita perhatian para penghobi sepeda. Lambat laun, merek Kreuz yang sebelumnya menempel di tas-tas sepeda pun dipilih untuk menghiasi batang sampel sepeda itu.
"Awal bikin Desember 2019. Kami pnjam Brompton dan buat prototipe. Akhir Januari saya launcing tas ke Bandung, Cirebon, dan Surabaya dengan membawa sepeda tersebut. Ternyata responsnya luar biasa. Maka itu pas kembali ke Bandung, langsung saya produksi besar-besaran," ungkapnya.