Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi Ramadan (Pinterest.com)
Ilustrasi Ramadan (Pinterest.com)

Intinya sih...

  • Hisab: Metode penentuan awal bulan hijriah dengan perhitungan astronomi, konsisten ilmiah, dan tidak bergantung pada kondisi cuaca.

  • Rukyat: Melihat langsung hilal setelah matahari terbenam, mengacu pada praktik klasik Islam, namun dipengaruhi kondisi cuaca.

  • KHGT: Kalender Hijriah Global Tunggal untuk menyatukan penanggalan Islam secara global, diterapkan oleh Perserikatan Muhammadiyah.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times – Setiap menjelang Ramadan, istilah hisab, rukyat, hingga KHGT sering muncul dalam pemberitaan. Perbedaan metode inilah yang kerap membuat awal puasa di Indonesia tidak selalu sama.

Lalu sebenarnya apa itu hisab, rukyat, dan KHGT? Berikut penjelasan singkatnya.

1. Hisab: Penentuan dengan Perhitungan Astronomi

Ilustrasi jurusan Astronomi (pexels.com/Lucas Pezeta)

Hisab adalah metode penentuan awal bulan hijriah menggunakan perhitungan astronomi. Sistem ini menghitung posisi matahari dan bulan secara matematis untuk mengetahui apakah hilal sudah berada di atas ufuk saat matahari terbenam.

Di Indonesia, Perserikatan Muhammadiyah dikenal menggunakan metode hisab dengan pendekatan wujudul hilal.

Keunggulan hisab:

  • Bisa ditentukan jauh hari sebelumnya

  • Tidak bergantung pada kondisi cuaca

  • Konsisten secara ilmiah

Karena berbasis kalkulasi, kalender ibadah sudah dapat disusun sejak awal tahun.

2. Rukyat: Mengamati Hilal Secara Langsung

ilustrasi rukyatul hilal (unsplash.com/Gregory Hayes)

Rukyat adalah metode melihat langsung hilal (bulan sabit pertama) setelah matahari terbenam pada akhir bulan Syakban.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama menggunakan kombinasi hisab dan rukyat dalam sidang isbat untuk menetapkan awal Ramadan.

Keunggulan rukyat:

  • Mengacu pada praktik klasik dalam tradisi Islam

  • Melibatkan verifikasi lapangan

  • Diikuti pengumuman resmi pemerintah

Namun, metode ini sangat dipengaruhi kondisi cuaca dan visibilitas hilal.

3. KHGT: Kalender Hijriah Global Tunggal

ilustrasi roda tahun dan kalender (pexels.com/Monstera Production)

KHGT merupakan singkatan dari Kalender Hijriah Global Tunggal. Sistem ini dikembangkan untuk menyatukan penanggalan Islam secara global agar umat Muslim di berbagai negara memiliki tanggal hijriah yang sama.

Perserikatan Muhammadiyah mulai menerapkan sistem ini dalam penentuan kalender ibadahnya.

Konsep KHGT didasarkan pada gagasan bahwa dunia kini terhubung secara global, sehingga satu sistem kalender dianggap memungkinkan untuk diterapkan lintas negara.

4. Kenapa Perbedaan Itu Bisa Terjadi?

ilustrasi ramadan di tanah rantau (unsplash.com/Rumman Amin)

Perbedaan muncul karena metode dan kriteria yang digunakan tidak selalu sama. Dalam kajian fikih, perbedaan tersebut termasuk bagian dari ijtihad atau proses pengambilan hukum berdasarkan dalil dan kajian ilmiah.

Pemerintah melalui Menteri Agama Nasaruddin Umar sebelumnya juga mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga persatuan meskipun ada perbedaan awal Ramadan.

Pada akhirnya, baik hisab, rukyat, maupun KHGT memiliki landasan keilmuan masing-masing. Yang terpenting adalah sikap saling menghormati dan menjaga harmoni di tengah keberagaman.

Editorial Team