Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengais Rezeki dari Live Streaming Tiktok di Babakan Siliwangi
Mengais Rezeki dari Live Streaming di Babakan Siliwangi. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • Komunitas Streamer On The Street Baksil di Babakan Siliwangi, Bandung, mengamen lewat TikTok Live dengan bernyanyi menggunakan ponsel, tripod, dan peralatan audio dari pagi hingga siang.
  • Bang Wen, streamer 27 tahun, menjadikan hobi bernyanyi sebagai sumber penghasilan. Ia mengaku memperoleh sekitar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per tiga jam siaran.
  • Siaran mereka dapat ditonton ratusan hingga ribuan orang, termasuk pekerja Indonesia di luar negeri. Para streamer memakai aksi tambahan untuk gift, sambil menanggung biaya perangkat dan kuota internet besar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bang Wen dan teman-temannya bernyanyi di Babakan Siliwangi sambil siaran langsung di TikTok. Mereka mulai pagi sampai jam 11. Mereka memakai ponsel, tripod, dan alat suara. Banyak orang menonton, juga orang Indonesia di luar negeri. Penonton memberi hadiah koin. Wen dan Akmal senang karena bisa dapat uang dari hobi bernyanyi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Babakan Siliwangi, siaran langsung memberi ruang bagi para pemuda untuk mengubah kegemaran bernyanyi menjadi sumber penghasilan yang mereka nikmati. Konsistensi tampil sejak pagi, dukungan penonton yang datang berulang maupun baru, serta interaksi dari warga Indonesia di luar negeri menunjukkan bahwa kreativitas sederhana dapat membangun hubungan dan peluang pendapatan, meski nilainya tidak selalu pasti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Mengamen dengan bernyanyi di perempatan jalan mungkin sudah terlihat biasa. Recehan uang kerap didapat para pengamen setiap kali bernyanyi ketika kendaraan berhenti.

Seiring perkembangan jaman dan akses ke media sosial makin mudah, mengamen sekarang juga banyak yang dilakukan secara daring (online) salah satunya melalui platform Tiktok. Meski tak seramai dulu, mengamen di media sosial masih dilakukan banyak masyarakat salah satunya belasan pemuda yang tergabung di komunitas Streamer On The Street Baksil.

Setiap pagi belasan pemuda berdiri di depan dua hingga tiga ponsel yang dipasang pada penyangka kamera (tripod). Mixer atau sound card pun disiapkan sebagai penunjang mereka bernyanyi. Satu ponsel disiapkan untuk siaran langsung, ponsel lainnya dipakai untuk melihat Youtube atau akun medsos lain yang juga dipakai bersaman.

Hal itu juga yang dilakukan Bang Wen, pemuda 27 tahun asal Bandung yang menjadi salah satu streamer di Babakan Siliwangi alias Baksil. Sejak pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB dia sudah siaran langsung menyapa para pengikut maupun penonton lain yang singgah ke akunnya @bangwennn159.

"Berangkat dari rumah jam 5 pagi, sampai sini jam 6 langsung live," kate Wen saat berbincang dengan IDN Times, Selasa (6/10/2026).

Wen merupakan satu dari belasana anggota komunitas streamer yang mangkal di Baksil. Mereka biasanya tampil bernyanyi dari pagi hingga siang hari sekitar pukul 11.00 WIB.

1. Hobi yang menguntungkan

Mengais Rezeki dari Live Streaming di Babakan Siliwangi. IDN Times/Debbie Sutrisno

Dia sebenarnya tidak asal terjun menjadi streamer bernyanyi seperti sekarang. Sebagai lulusan dari sekolah menengah kejuruan (SMK), Wen sudah sempat bekerja di sejumlah bidang termasuk jadi penjual barang. Namun, takdir yang menuntunnya seperti sekarang di mana dia memang senang bernyanyi.

Tak ingin kerja terlalu dikekang, Wen menikmati menjadi streamer. Terlebih sekarang mencari pekerjaan juga tidak mudah. Menurutnya, menjadi penyanyi seperti sekarang adalah hobi dia yang kemudian disalurkan untuk mencari uang.

Meski penghasilannya belum besar, tapi Wen menikmati pekerjaanya sekarang. "Sehari minimal dapat sih Rp50 ribu sampai Rp1.00 ribu dalam tiga jam aja nyanyi," paparnya.

Saat ini dia lebih banyak siaran langsung pada pagi hari, walaupun ada temamnya yang justru memilih pada sore. Setelah beberapa kali bernyanyi di jam berbeda, Wen merasa bahwa tampil di medsos pada pagi hari lebih banyak ditonton.

2. Penonton banyak dari luar negeri

Mengais Rezeki dari Live Streaming di Babakan Siliwangi. IDN Times/Debbie Sutrisno

Dalam sehari, lanjutnya, penonton yang menyaksikan dia bernyanyi secara langsung di medsos bisa mencapai 500 orang bahkan sempat tembus ribuan orang. Penontonnya tidak hanya mereka dari dalam negeri, ada juga orang Indonesia yang sekarang berada di luar negeri.

"Kaya TKI (tenaga kerja Indonesia) banyak juga yang nonton, kasih gift (hadiah) koin," ungkap Wen.

Selama ini memang banyak streamer yang melakukan hal serupa di beberapa titik kota Bandung. Namun, dia menilai bahwa streamer yang ada di Baksil ini paling konsisten ada terus.

Layaknya pribahasa posisi menentukan prestasi, Wen menyebut bahwa Baksil ini menjadi tempat yang banyak ingin dilihat penonton streamer juga. Alhasil meski hampir tiap hari siaran langsung, ada saja orang baru yang masuk maupun mereka yang sudah sering melihatnya bernyanyi secara daring.

3. Ada yang nyanyi sambil joget juga

Mengais Rezeki dari Live Streaming di Babakan Siliwangi. IDN Times/Debbie Sutrisno

Sementara itu streamer lainnya, Akmal, menyebut bahwa tampil seperti ini juga kadang membutuhkan aksi tambahan. Seperti yang dilakukannya dengan memoles wajah dengan riasan berwarna merah gincu di bagian pipi.

Cara ini pun bisa memicu penonton untuk memberikan hadiah, meski angkanya tidak besar tapi jumlah yang memberi lumayan banyak. "Ga sebesar yang kasih gift satu orang, ini ma dikit-dikit tapi ada terus karena lucu mungkin ya pas nyanyi," ungkap Akmal.

Walaupun penghasilnnya lumayan menggiurkan, modal yang dikeluarkan Akmal maupun Wen tidak sedikit. Dari membeli peralatan hingga mengisi kuota internet. Dalam sebulan dia dan teman streamer lain bisa menghabiskan 200 hingga 300 giga dalam sebulan, tergantung berapa banyak ponsel yang dipakai.

"Untuk sekarang yang penting kita ada penghasilan aja dulu, besar kecilnya kan itu memang susah ditebak," papar Akmal.

Curated For You

Editorial Team

Related Article