Bandung, IDN Times - Mengamen dengan bernyanyi di perempatan jalan mungkin sudah terlihat biasa. Recehan uang kerap didapat para pengamen setiap kali bernyanyi ketika kendaraan berhenti.
Seiring perkembangan jaman dan akses ke media sosial makin mudah, mengamen sekarang juga banyak yang dilakukan secara daring (online) salah satunya melalui platform Tiktok. Meski tak seramai dulu, mengamen di media sosial masih dilakukan banyak masyarakat salah satunya belasan pemuda yang tergabung di komunitas Streamer On The Street Baksil.
Setiap pagi belasan pemuda berdiri di depan dua hingga tiga ponsel yang dipasang pada penyangka kamera (tripod). Mixer atau sound card pun disiapkan sebagai penunjang mereka bernyanyi. Satu ponsel disiapkan untuk siaran langsung, ponsel lainnya dipakai untuk melihat Youtube atau akun medsos lain yang juga dipakai bersaman.
Hal itu juga yang dilakukan Bang Wen, pemuda 27 tahun asal Bandung yang menjadi salah satu streamer di Babakan Siliwangi alias Baksil. Sejak pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB dia sudah siaran langsung menyapa para pengikut maupun penonton lain yang singgah ke akunnya @bangwennn159.
"Berangkat dari rumah jam 5 pagi, sampai sini jam 6 langsung live," kate Wen saat berbincang dengan IDN Times, Selasa (6/10/2026).
Wen merupakan satu dari belasana anggota komunitas streamer yang mangkal di Baksil. Mereka biasanya tampil bernyanyi dari pagi hingga siang hari sekitar pukul 11.00 WIB.
