Pendiri Ponpes VIP Bina Insan Mulia 2, KH Imam Jazuli
Namun, meski dikelilingi segala hal yang modern, santri di sini tak pernah kehilangan jejak spiritual yang menjadi akar pesantren. Setiap hari, mereka tetap menjalankan wirid Dalailul Khairat dan menjalani tirakat, sebuah tradisi pesantren salaf yang terjaga rapi di tengah kilauan dunia modern. “
Selain itu, pesantren ini pun tidak hanya meninggalkan santri dengan pengetahuan, tetapi juga dengan harapan dan arah untuk masa depan mereka. Santri di pondok itu mendapatkan bimbingan penuh dalam menentukan langkah mereka ke perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri
Kerjasama dengan sejumlah universitas di Timur Tengah memastikan setiap santri memiliki jaminan untuk diterima di kampus-kampus prestisius.
Pendiri Ponpes VIP Bina Insan Mulia 2, KH Imam Jazuli menyebutkan, pesantren ini sebagai bentuk kontribusinya bagi dunia pendidikan. Baginya, setiap anak bangsa berhak atas pendidikan yang bermutu tanpa perlu terkungkung biaya tinggi.
Menurut lulusan Pesantren Lirboyo Kediri dan Universitas Al-Azhar Kairo ini, pesantren merupakan smanifestasi dari pengalaman dan visinya tentang pendidikan yang ideal.
Pondok tersebut pun berdiri megah sebagai simbol perpaduan antara pendidikan modern dan spiritualitas tradisional.
Di bawah akidah Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah (NU), pesantren ini menjadi oasis bagi para orang tua yang ingin menyekolahkan anak-anak mereka dalam lingkungan yang seimbang, menggabungkan pendidikan berkualitas dengan biaya yang terjangkau.
"Inilah solusi masa kini, sebuah tempat di mana kemewahan dan pendidikan berpadu, tanpa mengorbankan nilai spiritual dan harga yang harus dibayar," kata Imam.