Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_20260127_095851.jpg
Pencarian korban longsor Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. IDN Times/Debbie Sutrisno

Intinya sih...

  • Siti mencari adiknya yang tertimbun longsor di Pasirlangu, Bandung Barat

  • Lebih dari 100 orang meninggal akibat longsor, termasuk 23 anggota TNI

  • Tim SAR memperluas area pencarian korban dengan menggeser fokus operasi dari sektor A ke sektor B

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Raut wajah Siti tertekuk lesu. Di hadapannya terhampar sisa longsor yang menimbun rumah sang adik, Imas, di Desa Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat. Sejak pagi dia datang ke sekitar kawasan terdampak longsor, berharap ada kabar dari petugas yang menemukan Imas.

Siti menuturkan, Imas tinggal di rumahnya bersam suami dan dua anak. Saat kejadian mereka tidak sempat mengungsi karena tertidur lelap meski ada warga lain yang sudah berteriak agar warga segera pergi dari rumah.

"Jadi dari yang rumah di atas sudah ada yang sempat berteriak. Nah sebagian warga ada yang bisa keluar rumah. Adik saya sepertinya sedang tidur," ujar Siti, Selasa (27/1/2026).

Longsor di Pasirlangu terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Kejadian ini membuat lebih dari 100 orang meninggal karena tertimbun di mana ada 23 anggota TNI ikut menjadi korban.

Siti yang rumahnya tidak jauh dari area longsor mengatakan, bencana seperti ini tidak pernah terjadi bahkan sejak dia kecil. Tak pernah ada longsoran besar, ini baru terjadi sekarang dengan kondisi yang parah.

"Dari dulu juga ga pernah ada. Saya udah 50 tahun di sini ya memang area ini aman tidak pernah ada longsor kecil juga," ungkapnya.

Dengan kondisi ini dia berharap penemuan korban termasuk adiknya bisa segera ditemukan walaupun pencarian sulit dilakukan karena tanah makin keras. Siti pun berterimakasih kepada para petugas dan masyarakat lainnya yang memberikan bantuan.

"Harapannya ya segera ketemu sih. Terimakasih ke semua yang udah bantu," kata dia.

Pencarian korban longsor Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. IDN Times/Debbie Sutrisno

Tim SAR gabungan memperluas area pencarian korban longsor dengan menggeser fokus operasi dari sektor A ke sektor B. Direktur Operasi dan Siaga Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bramantyo mengatakan, pola pencarian pada hari ini secara umum masih sama seperti hari sebelumnya, namun dengan perluasan wilayah kerja.

“Pola pencarian hari ini saya kira tidak jauh berbeda seperti kemarin. Karena kemarin kita hampir sampai pukul 17.55 berhasil mengevakuasi 13 body pack, dan ada beberapa yang sudah kita tandai karena sudah waktu gelap sehingga tidak bisa kita evakuasi,” ujar Bramantyo, Selasa (27/1/2026).

Menurut dia, tim SAR memaksimalkan operasi pencarian sejak pagi dengan harapan kondisi cuaca mendukung. Meski sempat panas, Bramantyo berharap cuaca tidak berubah agar proses evakuasi berjalan optimal.

“Kita maksimalkan hari ini dan berharap cuaca juga mendukung. Tadi panas, mudah-mudahan tidak bergeser lagi sehingga harapan kita pagi ini yang kita kerjakan bisa maksimal,” katanya.

Bramantyo menjelaskan, perluasan pencarian dilakukan dengan menggeser sebagian kekuatan dari sektor A2 ke sektor B2. Langkah ini diambil setelah evaluasi lapangan menunjukkan adanya potensi korban di wilayah tersebut.

“Yang perlu saya sampaikan, mungkin kita akan bergeser. Kalau kemarin kita hanya berada di A1 dan A2 secara maksimal, kemudian pagi ini kita akan merambah ke B2. Jadi beberapa kekuatan yang ada di sektor A2 kita geser ke B2,” jelasnya.

Sebagian personel dari Batalion 312 turut dipindahkan untuk memperkuat sektor B2, ditambah unsur potensi SAR lainnya.

“Kalau tidak salah, yang lebih banyak digeser adalah dari Batalion 312 yang tadinya 200 orang di sini, seratusnya kita geser ke B2, ditambah rekan-rekan potensi lain termasuk dari Brimob. Karena setiap hari potensi terus bertambah,” ujar Bramantyo.

Editorial Team