Cirebon, IDN Times - Abdul Karpi (57) berdiri tenang di pelataran Asrama Haji Watubelah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (24/4/2026) pagi. Wajahnya tidak banyak bicara, tetapi sorot matanya menyimpan perjalanan panjang yang baru saja sampai di titik berangkat.
Bersama istrinya, ia menjadi bagian dari ratusan calon jemaah haji yang akhirnya menuju Tanah Suci.
Bagi Karpi, momen ini bukan sekadar keberangkatan. Ini adalah jawaban dari penantian sejak 2013, saat ia pertama kali mendaftarkan diri. Lebih dari satu dekade berlalu, hingga akhirnya namanya masuk dalam daftar yang dipanggil berangkat tahun ini.
“Yang penting sabar saja nunggunya,” ujarnya sebelum diberangkatkan menuju Embarkasi Haji Indramayu.
Ia tidak menyebut angka tahun dengan pasti. Namun ia tahu betul lamanya menunggu. Hari demi hari dijalani seperti biasa, tanpa kepastian kapan giliran itu datang. Ia hanya percaya, waktunya akan tiba.
